Abstract :
Kesehatan kerja adalah upaya melakukan peningkatan dan
pertahanan derajat kesehatan mental, fisik serta sosial untuk pekerja di
seluruh jabatan yang dikhawatirkan terjadi ancaman keselamatan kerja
karena kondisi pekerjaan. kesehatan mental merupakan keadaan sejahtera
dimana seseorang menyadari akan kemampuan yang dimilikinya, dapat
mengatasi tekanan hidup yang normal, dapat produktif bekerja, dan mampu
berkontribusi dalam komunitasnya. Berdasarkan temuan lapangan yang
dilakukan, hasil wawancara terhadap beberapa responden menunjukkan
bahwa beban kerja yang tinggi terjadi karena adanya tuntutan yang terlalu
banyak dari keluarga pasien serta keterbatasan jumlah tenaga medis di
Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Provinsi Sulawesi Selatan Kota
Makassar khususnya pada shift kerja di malam hari, satu ruangan berisi 60
pasien hanya dijaga oleh 2 orang perawat sehingga perawat sering pusing
karena kelelahan saat bekerja. Tujuan penelitian ini untuk memahami faktor
yang berpengaruh terhadap kesehatan mental perawat di ruang rawat inap
(jiwa) Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Provinsi Sulawesi Selatan
Kota Makassar Tahun 2025.
Desain penelitian, studi cross sectional, memanfaatkan alat
penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. 100 perawat yang
bekerja di ruang rawat inap jiwa merupakan populasi penelitian. Rumus
slovin, diterapkan pada data yang dikumpulkan dari 80 perawat, digunakan
untuk menghitung sampel yang digunakan dalam penenelitian ini.
Pendekatan analisis data ini menggunakan Uji Regresi Berganda
digunakan untuk memeriksa data, dan tingkat kesalahan 0,05 atau 5%
dipertimbangkan
Menurut hasil uji regresi logistik berganda, ada pengaruh antara
stress kerja terhadap kesehatan mental yaitu (p=0.000<0.05), ada
pengaruh antara beban kerja terhadap kesehatan mental yaitu
ii
(p=0.045<0.05), tidak ada pengaruh antara lingkungan kerja fisik terhadap
kesehatan mental yaitu (p=0.126≥0.05), tidak ada pengaruh dari hubungan
interpersonal pada kesehatan mental (p=0.939≥0.05) terhadap perawat di
ruang rawat inap (jiwa) RSKD Dadi Provinsi Sulawesi Selatan Kota
Makassar Tahun 2025.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh antara stress
kerja dan beban kerja terhadap kesehatan mental perawat dan tidak ada
pengaruh antara lingkungan kerja fisik dan hubungan interpersonal
terhadap kesehatan mental perawat di Ruang Rawat Inap Jiwa Rumah
Sakit Khusus Daerah Dadi Provinsi Sulawesi Selatan Kota Makassar Tahun
2025. RSKD Dadi Kota Makassar sebaiknya dapat merancang dan
menerapkan program manajemen stres secara rutin untuk mendukung
kesehatan mental perawat. Program ini bisa berupa pelatihan relaksasi,
konseling psikologis, dan dukungan sebaya (peer support) karena dapat
membantu perawat dalam menghadapi tekanan kerja secara lebih sehat
dan adaptif.dan segera melakukan evaluasi terhadap penataan sumber
daya manusia, khususnya di sektor keperawatan, guna mengatasi
ketidakseimbangan antara jumlah perawat dan pasien. Selain itu, rumah
sakit diharapkan agar tetap mempertahankan kualitas lingkungan fisik yang
ada, serta terus melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan
bahwa fasilitas kerja tetap mendukung kenyamanan dan produktivitas
perawat serta dapat mengembangkan program serupa "Kopi Monev"
sebagai inisiatif untuk meningkatkan komunikasi antar rekan kerja.