Abstract :
Salah satu penyakit yang paling sering ditemui akibat pekerjaan
adalah dermatitis kontak akibat kerja. Dermatitis ini adalah gangguan
kulit yang biasanya muncul berulang kali, dengan tanda peradangan
pada lapisan luar dan dalam kulit. Berdasarkan data dari World Health
Organization (WHO) di Amerika Serikat, sebanyak 90% klaim masalah
kesehatan terkait gangguan kulit disebabkan oleh dermatitis. Penelitian
ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang berkaitan dengan dermatitis
kontak pada pegawai PT. Aneka Batu Persada.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan
cross sectional study yaitu rancangan penelitian yang mempelajari
dinamika kolerasi antara faktor risiko dengan efek cara pendekatan,
observasi atau pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan teknik
total sampling yang berarti keseluruhan populasi menjadi sampel
penelitian.
Penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan
antara usia dan dermatitis kontak (p=1.000 > 0,05). Hal yang sama
berlaku untuk lama bekerja (p=0.571 > 0,05) dan masa kerja (p=1.000
> 0,05). Namun, hubungan yang signifikan ditemukan antara personal
hygiene dan dermatitis kontak (p=0,025 < 0,05). Hubungan antara
penggunaan alat pelindung diri (APD) dan pekerja PT. Aneka Batu
Persada tidak ditemukan hubungan yang signifikan (p=0,053 > 0,05).
Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan penelitian
variabel lain yang belum diteliti sebelumnya serta melakukan penelitian
lebih dalam mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi
dermatitis kontak.