Abstract :
Gejala kelelahan mata, juga dikenal sebagai astenopia disebabkan
oleh kerja berlebihan yang akan mengakibatkan sistem visual tidak
berfungsi dengan baik. Sekelompok gejala yang berhubungan dengan
mata dan penglihatan yang dikaitkan dengan penggunaan computer dan
perangkat elektronik lainnya dalam jangka waktu lama atau berlebihan
dikenal sebagai computer vision syndrome (CVS). Penelitian ini dilakukan
untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kelelahan mata pada
pegawai di UPT War Room Diskominfo Makassar. Pada penelitian ini
pegawai di UPT War Room Diskominfo Makassar mengeluhkan kelelahan
mata diantaranya 36% mengeluhkan mata panas 54% mengeluhkan mata
merah, 63% mengeluhkan nyeri pada mata, 45% mengeluhkan mata
kering, dan 45% mengeluhkan sakit kepala.
Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai dengan jumlah
52 orang, dalam studi cross-sectional menggunakan metode kuantitatif.
Analisis pada penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat
dengan menggunakan uji chi- square untuk melihat ada atau tidaknya
hubungan antara variabel indipenden dengan variabel dependen.
Pada penelitian ini didapatkan bahwa jam kerja dan kelelahan mata
ditemukan berkorelasi secara signifikan (p=0,033), seperti halnya usia dan
kelelahan mata (p=0,030), jarak penglihatan dan kelelahan mata
(p=0,034), kelainan refraksi dan kelelahan mata (p=0,042), serta posisi
tubuh dan kelelahan mata (p=0,038).
Berdasarkan dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa
masa kerja, umur, jarak pandang, kelainan refraksi, dan posisi tubuh
memiliki hubungan dengan kelelahan mata pada Pegawai di UPT War
Room Diskominfo Makassar. Diharapkan kepada pegawai UPT War Room
Diskominfo Makassar untuk mengatur jam kerja harian yang baik,
pemberian jeda istirahat mata secara berkala,melakukan pemeriksaan
mata secara berkala, memperhatikan jarak pandang yang ideal, menjaga
posisi tubuh tetap ergonomis, dan menggunakan alat bantu penglihatan
yang sesuai bagi pegawai yang mengalami kelainan refraksi.