Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
M. Gymnastiar, M. Gymnastiar
Subject
RA Public aspects of medicine
Datestamp
2025-08-20 04:57:05
Abstract :
Tindakan tidak aman (unsafe action) didefinisikan sebagai perilaku
ataupun aktivitas individu di tempat bekerja yang berpotensi menimbulkan
kecelakaan, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Jenis perilaku ini
secara signifikan meningkatkan kemungkinan terjadinya insiden berbahaya
yang dapat mengakibatkan cedera serius bahkan kematian.
Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dengan desain cross-
sectional. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan ialah sampel jenuh,
di mana semua anggota populasi sejumlah 42 pekerja dijadikan responden.
Untuk menguji hubungan antara variabel independen kategori terhadap
tindakan tidak aman, digunakan uji Chi-square, yang dianalisa memakai
aplikasi SPSS. Nilai p-value yang diperoleh dibandingkan dengan tingkat
signifikansi (α = 0,05); bila p < α, maka ada korelasi signifikan antara kedua
variabel. Instrumen penelitian berupa kuesioner digunakan untuk
mengumpulkan data.
Berdasar pada hasil analisa statistik memakai uji Chi-square,
ditemukan yakni tidak terdapat korelasi signifikan diantara pelatihan K3
dengan tindakan tidak aman (p = 0,282), pengawasan K3 dengan tindakan
tidak aman (p = 0,329), pengetahua K3 dengan dan tindakan tidak aman (p
= 0,163), serta masa kerja dengan tindakan tidak aman (p = 0,308). Namun,
ditemukan adanya hubungan signifikan diantara kelelahan kerja dengan
tindakan tidak aman (p = 0,009), yang mengindikasikan bahwa tingkat
kelelahan dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko terjadinya
perilaku tidak aman di lingkungan kerja.
Penelitian ini dilaksanakan di Energy Equity Epic (Sengkang) Pty.
Ltd., yang lokasinya di Kecamatan Gilireng, Kab. Wajo. Berdasarkan
temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa variabel pelatihan K3,
pengawasan, pengetahuan, serta masa kerja tidak memengaruhi signifikan
pada perilaku tidak aman pekerja. Namun demikian, kelelahan kerja terbukti
memengaruhi signifikan dengan tindakan tidak aman.
xv
Diharapkan agar pihak perusahaan dapat merancang deskripsi
pekerjaan (job description) yang jelas dan terstruktur, sesuai dengan
kompetensi serta kapasitas masing-masing pekerja. Selain itu, perusahaan
juga diharapkan melakukan analisis beban kerja secara menyeluruh
sebagai dasar pertimbangan dalam menambah jumlah tenaga kerja, guna
mengurangi potensi kelelahan dan mencegah terjadinya tindakan tidak
aman di lingkungan kerja.