DETAIL DOCUMENT
Analisis Resiko Produksi dan Pendapatan Usahatani Cabai Merah Di Kecamatan Barombong, Kota Makassar
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Sayuti Reniwuryaan, Sayuti Reniwuryaan
Subject
S Agriculture (General) 
Datestamp
2025-08-20 04:58:38 
Abstract :
Cabai merah merupakan salah satu komoditas hortikultura jenis sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan mempunyai daya adaptif tinggi, karena dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Selain itu, permintaannya selalu tinggi, sehingga komoditas cabai merah potensial untuk dikembangkan. Tujuan penelitian yaitu, 1) Menghitung jumlah produksi cabai merah di Kecamatan Barombong, Kota Makassar. 2) Menganalisis pendapatan yang diterima petani cabai merah. 3) Menganalisis tingkat risiko produksi usahatani cabai merah. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Barombong, Kota Makassar. Adapun pertimbangan memilih tempat penelitian karena di Kecamatan Barombong memiliki suhu dan curah hujan yang cocok untuk pertumbuhan tanaman cabai, dan juga terdapat petani yang aktif membudidayakan cabai merah. Teknik pengembilan sampel menggunakan metode purposive, yaitu memilih 1 (satu) kelompok tani dari 3 (tiga) kelompok tani. Jumlah responden sebanyak 25 orang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Mei 2025 Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) Produksi cabai merah di Kecamatan Barombong, Kota Makassar produksi panen pertama menghasilkan 133.620 kg, panen kedua menghasilkan 133.620 kg dan panen ketiga menghasilkan 113.575 kg. Total produksi cabai merah sebanyak 380.815 kg per tahun. Rata-rata produksi cabai merah 5.078 kg/petani/tahun atau 9.955 kg/hektar/tahun atau 9,955 ton/hektar/tahun. 2) Penerimaan petani dari usahatani cabai merah rata-rata Rp 416.624.200/petani atau Rp816.879.000/ha. Rata-rata biaya produksi sebesar Rp8.695.016/petani atau Rp17.096.161/ha, sehingga pendapatan yang diperoleh petani dari usahatani cabai merah di Kecamatan Barombong, Kota Makassar sebesar Rp 407.929.184/petani atau Rp799.782.839/ha. 3) Rata-rata produksi cabai merah yang dihasilkan petani adalah sebesar 9.955 kg per hektar. Nilai simpangan baku atau standar deviasi adalah 805 kg, yang menunjukkan penyimpangan yang rendah dari rata-rata produksi. Hal ini diperkuat dengan nilai koefisien variasi sebesar 0,081. Artinya tingkat risiko produksi tergolong rendah. 

Institution Info

Universitas Muslim Indonesia