Abstract :
Indonesia mcrupakan salah satu negara penghasil kakao di dunia. Luas areal
kakao berjumlah luas 592.392 Ha dengan produksi kakao berjumlah 355.435.200
kg. Produktivitas yang dicapai masing masing komuditas juga masih mencapai 600
kg/Ha. Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang peranannya cukup
penting bagi perekonomian nasional yang memiliki prestasi cukup tinggi,
khususnya sebagai penyedia lapangan pekerjaan, sumber pendapatan, dan devisa
Negara.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui tingkat produksi Bibit Kakao
yang di kelola pada CV Bumi Mitra Nusantara di Kabupaten Bantaeng. (2)
Menganalisis produktivitas tenaga kerja pembibitan kakao yang bekerja pada CV
Bumi Mitra Nusantara di Kabupaten Bantaeng. (3) Mengetahui dan menganalisis
pendapatan yang di peroleh tenaga kerja pembibitan kakao pada CV Bumi Mitra
Nusantara di Kabupaten Bantaeng. (4) Menganalisis pengaruh faktor umur
pekerja, pendidikan, pengalaman kerja pendapatan terhadap produktivitas tenaga
kerja pembibitan kakao yang bekerja pada CV Bumi Mitra Nusantara di Kabupaten
Bantaeng.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan
jumlah responden sebanyak 56 orang tenaga kerja. Teknik pengumpulan data
meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang
digunakan adalah analisis produksi, analisis pendapatan, analisis produktivitas
tenaga kerja, dan regresi linear berganda.
Hasil penelitian menujukkan bahwa (1) Produksi bibit kakao di CV Bumi
Mitra Nusantara rata-rata mencapai angka yang cukup tinggi ± 1.000.000 bibit
dengan produktivitas 500 bibit/ha (2) Produktivitas tenaga kerja tergolong tinggi
dan efisien dalam setiap tahapan pembibitan seperti pengisian polybag dan
sambung pucuk. (3) Pendapatan tenaga kerja tertinggi berasal dari sambung pucuk
dengan total sebesar 146.555.510 dari 31 responden (4) Pengaruh faktor-faktor
umur, pengalaman kerja dan pendapatan berpengaruh signifikan, sedangkan
pendidikan berpengaruh namun tidak signifikan terhadap produktivitas.