Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Nur Rahmi MA, Nur Rahmi MA
Subject
S Agriculture (General)
Datestamp
2025-08-20 04:59:28
Abstract :
Tugas Akhir Non-Skripsi ini menyusun business plan dan strategi pemasaran untuk
usaha kuliner Sate Ayam Tradisional Satelicious di Bumi Tamalanrea Permai (BTP)
Makassar, yang menawarkan cita rasa autentik dengan konsep kekinian. Latar
belakangnya adalah potensi besar sektor kuliner, khususnya sate ayam, sebagai
produk bernilai ekonomis tinggi dengan peluang pasar luas. Tujuan usaha ini adalah
mengembangkan kapasitas produksi, pelayanan, dan cakupan pasar secara
berkelanjutan, dengan manfaat bagi pelaku usaha, penulis, dan masyarakat sekitar.
Strategi pemasaran menggabungkan promosi online (Instagram dan WhatsApp)
dan offline (word of mouth), didukung branding kuat, analisis pesaing, peluang
pasar, serta mitigasi risiko. Rencana keuangan menunjukkan proyeksi pendapatan
Rp 24 juta per bulan dengan laba kotor ± Rp 13,3 juta dan titik impas di 153 porsi.
Pelaksanaan Maret–Juni 2025 menghasilkan rata-rata penjualan hanya 11 porsi
perhari, ini kemungkinan disebabkan Satelicious masih dalam tahap pengenalan
dan belum banyak dikenal oleh masyarakat di kawasan Bumi Tamalanrea Permai
(BTP) Kota Makassar selain itu disebabkan oleh faktor eksternal yang berada di
luar kendali langsung Satelicious yaitu kondisi cuaca yang kurang bersahabat,
seperti hujan yang membuat pelanggan enggan datang ke gerai secara langsung,
terutama karena Satelicious mengandalkan penjualan offline. Selain itu persaingan dengan bisnis kuliner sejenis di sekitar Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Kota
Makassar juga menjadi tantangan tersendiri, di mana kompetitor yang sudah lebih
dulu dikenal dapat lebih mudah menarik pelanggan. Penjualan Satelicious selama
tiga bulan operasional, yaitu Maret, April, dan Mei. Pada bulan Maret, berhasil
terjual sebanyak 184 porsi dengan omzet sebesar Rp 3.680.000. Kemudian pada
bulan April, penjualan meningkat menjadi 198 porsi, menghasilkan omzet sebesar
Rp 3.960.000. Peningkatan yang paling signifikan terjadi pada bulan Mei, di mana
penjualan melonjak menjadi 370 porsi, dengan omzet tertinggi sebesar Rp
6.140.000. Secara total, omzet selama tiga bulan tersebut mencapai Rp 13.780.000.
Mayoritas responden (64,7%) memilih pembelian langsung ke gerai dan sebagian
besar mengetahui Satelicious melalui word of mouth (59,8%). Konsumen sangat
menyukai cita rasa produk (4,56 dari 5) dan pelayanan (4,51 dari 5). Kesimpulan
Satelicious
memiliki potensi besar untuk berkembang, namun perlu
mengoptimalkan promosi digital dan branding untuk memperluas jangkauan pasar.
Penyesuaian strategi pemasaran dan pengembangan produk menjadi kunci
keberlanjutan usaha