Abstract :
Perkembangan ekonomi di Indonesia telah mendorong persaingan bisnis
yang semakin ketat di berbagai sektor, termasuk industri makanan ringan,
sehingga menuntut pelaku usaha untuk memiliki strategi produksi dan pemasaran
yang tepat agar tetap kompetitif dan menguntungkan. Dalam konteks ini, efisiensi
produksi dan evaluasi pemasaran menjadi dua aspek penting yang harus
diperhatikan, terutama dalam menghadapi tuntutan konsumen terhadap kualitas,
harga, dan kemasan produk. Cheesecuit D&E adalah salah satu UMKM di Kota
Makassar yang menawarkan produk dessert inovatif berbasis keju dan biskuit
dalam berbagai varian rasa, seperti cokelat, tiramisu, milo, greentea, dan keju.
Dengan desain kemasan cup transparan berukuran 150 ml yang menampilkan
lapisan biskuit dan krim keju secara estetis, produk ini dirancang untuk menarik
perhatian konsumen muda yang aktif secara digital dan menyukai camilan modern
yang praktis dan higienis.
Tujuan dari penyusunan prototipe ini adalah (1) Merancang prototipe
produk Cheesecuit sebagai inovasi dessert pada Usaha Cheesecuit D&E di
Makassar (2) Mengevaluasi prototipe produk Cheesecuit sebagai inovasi dessert
pada Usaha Cheesecuit D&E di Makassar (3) Menganalisis strategi pemasaran
untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha (4) Mengidentifikasi produk
melalui uji coba dan survei konsumen (5) Menyusun proyeksi keuangan dan
menilai kelayakan usaha Cheesecuit pada bulan Februari hingga April 2025.
Hasil dari prototipe ini menunjukkan bahwa (1) Usaha Cheesecuit D&E
menghadirkan produk dessert inovatif yang menggabungkan keju lembut dan
lapisan biskuit dalam satu kemasan. Produk ini dibuat dalam lima varian rasa,
yaitu cokelat, tiramisu, milo, greentea, dan keju, dan dikemas dalam cup
transparan berukuran 150 ml yang menonjolkan tampilan lapisan produk secara
visual. Proses produksi dilakukan secara manual namun tetap memperhatikan
aspek higienitas, estetika, dan daya tarik konsumen. Keunikan produk juga
ditonjolkan melalui desain label dan kemasan yang mencantumkan informasi
kontak serta media sosial usaha, memperkuat identitas merek Cheesecuit D&E
sebagai produk dessert modern (2) Evaluasi prototipe Cheesecuit dilakukan
melalui dua tahap uji organoleptik dengan 10 panelis, yang menilai lima varian
rasa berdasarkan aspek rasa, aroma, tekstur, dan penampilan. Varian tiramisu dan
keju memperoleh skor tertinggi, yaitu 536 dari total 550. Survei konsumen juga
menunjukkan bahwa 75% responden puas terhadap rasa dan menilai kemasan
menarik serta sesuai dengan tren dessert kekinian. Hasil ini menunjukkan bahwa
produk memiliki kualitas baik dan potensi pasar yang besar. (3) Strategi
pemasaran Cheesecuit D&E menggunakan bauran pemasaran 4P (product, price,
place, promotion), dengan target pasar usia 15–45 tahun. Produk dijual seharga
Rp10.000 per cup menggunakan metode Cost Plus Pricing, berdasarkan HPP rata
rata Rp5.944–Rp6.000 dan mark-up 50%. Promosi dilakukan melalui media sosial
seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business. Program loyalitas diterapkan
dalam bentuk diskon 10% bagi pelanggan yang membeli minimal 5 cup dalam
tiga kali pemesanan. Strategi distribusi meliputi penjualan langsung melalui
sistem pre-order. (4) Proyeksi keuangan disusun berdasarkan data produksi dan
penjualan triwulan Februari–April 2025. HPP per unit berkisar antara Rp5.944
Rp6.000, dengan harga jual Rp10.000. Rasio R/C menunjukkan angka positif:
1,19 (Februari), 1,47 (Maret), dan 1,79 (April), menandakan usaha dalam kondisi
menguntungkan. Analisis Break Even Point (BEP) juga menunjukkan penjualan
telah melampaui titik impas 60 unit/bulan. Dengan demikian, usaha Cheesecuit
dinilai layak untuk dilanjutkan dan dikembangkan secara komersial.