Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Nurul Hidayah, Nurul Hidayah
Subject
S Agriculture (General)
Datestamp
2025-08-20 05:00:01
Abstract :
Jagung hibrida merupakan salah satu komoditas unggulan tanaman pangan
yang memiliki produktivitas tinggi dibandingkan varietas lokal, sehingga banyak
dikembangkan oleh petani di berbagai daerah, termasuk di Kecamatan
Bontomarannu, dalam tiga tahun terakhir terjadi fluktuasi luas panen dan produksi
jagung, yang belum diimbangi dengan peningkatan produktivitas yang optimal. Hal
ini disebabkan oleh masih dominannya penggunaan cara tanam konvensional, yang
kurang efisien dalam hal waktu, tenaga, dan keseragaman jarak tanam.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sokkolia, Kecamatan Bontomarannu,
Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan dengan tujuan (1) Mendeskripsikan
penggunaan alat tanam row seeder (2) Menganalisis efisiensi waktu yang
digunakan pada usahatani jagung hibrida (3) Menganalisis produksi dan
produktivitas usahatani jagung hibrida (4) Menganalisis risiko produksi usahatani
jagung hibrida (5) Menganalisis pendapatan usahatani jagung hibrida dan (6)
Menganalisis kelayakan usahatani jagung hibrida dalam penggunaan alat tanam
row seeder dalam usahatani jagung hibrida. Penelitian berlangsung dari bulan Mei
hingga Juli 2024. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh petani jagung
hibrida di lokasi studi, yang terdiri dari 10 kelompok tani dengan total 200 petani.
Karena belum diketahui secara pasti jumlah petani yang menggunakan maupun
tidak menggunakan row seeder, maka penarikan sampel dilakukan dengan metode
sensus. Dari hasil sensus awal, diperoleh 30 petani pengguna row seeder, dan untuk
keperluan pembanding, diambil pula 30 petani yang masih menggunakan metode
tanam konvensional, sehingga jumlah sampel menjadi 60 orang. Data dianalisis
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif, serta melalui analisis
produksi, produktivitas, risiko, pendapatan, dan kelayakan usahatani.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses penggunaan alat row seeder
pada budidaya jagung hibrida dilakukan secara mekanis dan efisien melalui
beberapa tahapan, yaitu: pengisian benih ke dalam hopper, pengaturan jarak dan
kedalaman tanam, pembukaan alur tanah, penjatuhan benih secara otomatis ke
dalam lubang tanam, penutupan lubang menggunakan alat penutup tanah, serta
penekanan tanah dengan roda penekan. Rangkaian tahapan ini bertujuan untuk
menjamin persebaran benih yang seragam, mempercepat proses penanaman, dan
mendukung pertumbuhan tanaman jagung hibrida secara optimal. (2) Efisiensi
waktu penanaman jagung hibrida dengan alat tanam “row seeder” lebih cepat
41,98%/menit/petani dibandingkan dengan metode konvensional. (3) Produktivitas
jagung hibrida pada penggunaan row seeder adalah 5.770 kg/ha dan tanpa
penggunaan row seeder 5.615 kg/ha. (4) 4. Analisis
Tingkat
Risiko
Nilai
koefisien variasi CV < 0,05 yakni 0,015 < 0,05 dan batas bawah (L) sebesar 3.629
kg/ha (5) Pendapatan usahatani jagung hibrida dengan menggunakan row seeder
diperoleh Rp. 28.217.751/resp setara dengan Rp.21.231.922/Ha dan usahatani
jagung hibrida tanpa menggunakan row seeder diperoleh pendapatan Rp.
22.525.726/resp atau setara Rp. 21.265.900/ha dan (6) Usahatani jagung hibrida
dengan menggunakan row seeder dan tanpa row seeder secara finansial layak
diusahakan berdasarkan nilai nilai R/C sebesar 6,75/petani atau 6,73/hasedangkan
usahatani jagung hibrida tanpa menggunakan row seeder 4,23/ha atau
4,25/responden