Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
A. Harmonika, A. Harmonika
Subject
S Agriculture (General)
Datestamp
2025-08-20 05:00:24
Abstract :
Provinsi Sulawesi Barat, kelapa sawit menjadi komuditas yang berkembang
pesat dan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani.
Penggunaan bibit unggul kelapa sawit memiliki peran krusial dalam meningkatkan
hasil produksi yang optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan keunggulan bibit kelapa
sawit yang digunakan petani (2) menganalisis sikap petani terhadap penggunaan
bibit kelapa sawit (3) menganalisis tingkat kepentingan atribut bibit unggul kelapa
sawit yang digunakan petani (4) menganalisis tingkat kepuasan petani dari
penggunaan bibit unggul kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Desa
Tamemongga, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat pada bulan
Maret – Juni 2025. Populasi adalah seluruh petani kelapa sawit di Desa
Tamemongga yang berjumlah 68 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik
sensus, sehingga sampel sebanyak 68 orang. Metode analisis yang digunakan
adalah analisis deskriptif, analisis multiatribut Fishbein, analisis kepentingan
atribut (Importance Performance Analysis), dan analisis tingkat kepuasan
(customer Satisfaction Index).
Hasil penelitian menunjukkan (1) Bibit unggul kelapa sawit produksi di PT
Jalur Hijau Bunde memiliki keunggulan dalam ukuran dan jumlah buah, daya
tumbuh yang kuat, serta masa produksi lebih cepat dibanding bibit lokal. Bibit ini
juga lebih tahan terhadap hama dan penyakit, meskipun tingkat adaptasinya
terhadap perubahan iklim setara dengan bibit lokal. Secara keseluruhan, bibit
unggul menunjukkan hasil panen TBS yang lebih tinggi, yakni 60%–70%
dibandingkan bibit lokal. (2) Nilai sikap petani sebesar 21,39 menunjukkan kategori
sangat positif terhadap sembilan atribut bibit unggul kelapa sawit yang digunakan
petani kelapa sawit di Desa Tamemongga. (3) Sementara kuadran II, yang
merepresentasikan tingkat kepentingan dan kinerja yang sama-sama tinggi, memuat
sejumlah atribut utama seperti hasil panen (atribut 1), daya tumbuh bibit (atribut 3),
efisiensi penggunaan pupuk (atribut 4), dan ketersediaan stok bibit (atribut 7).
Keberadaan atribut-atribut tersebut dalam kuadran ini mengindikasikan bahwa
petani sangat memperhatikan aspek tersebut dan merasa puas terhadap kinerja bibit
unggul dalam budidaya kelapa sawit. (4) Nilai Customer Satisfaction Index (CSI)
sebesar 82% masuk kategori sangat puas. Hal ini menunjukkan petani kelapa sawit
di Desa Tamemongga sangat puas dengan bibit unggul, terutama pada hasil panen,
daya tumbuh, efisiensi pupuk, dan ketersediaan stok bibit. Kinerja atribut-atribut
tersebut perlu terus dipertahankan.