DETAIL DOCUMENT
Analisis Kinerja Keuangan pada PT Perkebunan Nusantara XIV di Kota Makassar
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Andira Yuningsi. S, Andira Yuningsi. S
Subject
S Agriculture (General) 
Datestamp
2025-08-20 05:00:38 
Abstract :
PT Perkebunan Nusantara (PTPN) adalah BUMN yang bertugas mengelola perkebunan di Indonesia. Seperti perusahaan pada umumnya, PTPN bertujuan untuk memperoleh keuntungan maksimal dengan menekan biaya serendah mungkin demi kelangsungan dan keberlanjutan usaha. Dalam dunia bisnis, keuangan merupakan aspek penting yang harus dikelola dengan hati-hati untuk menghadapi persaingan dan menjaga kelangsungan usaha. Kondisi keuangan yang baik mencerminkan kinerja perusahaan yang baik, sehingga analisis keuangan yang tepat sangat diperlukan Penelitian ini bertujuan (1) Mendeskripsikan unit produksi yang dikelola (2) Menganalisis necara keuangan dalam 3 tahun terakhir (3) Mengevaluasi laporan laba rugi dalam 3 tahun terakhir (4) Menganalisis kinerja keuangan berdasarkan KEPMEN BUMN No 100/MBU/2002. Sampel atau informan dalam penelitian ini ditentukan secara sengaja (purposive), yaitu pegawai atau staf yang bekerja pada bagian keuangan di PT Perkebunan Nusantara XIV. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas. Hasil penelitian menunjukkan (1) Perkebunan Nusantara XIV mengelola 12unit produksi utama yang tersebar di Sulawesi dan Indonesia Timur, mencakup kebun, pabrik, dan unit diversifikasi. Komoditas utama yang dikelola meliputi kelapa sawit (Luwu Timur, Enrekang, Malili, dan Konawe), tebu (Bone dan Takalar), karet (Pulau Seram dan Morowali), kelapa (Pulau Seram dan Halmahera), serta peternakan sapi di Ranch Kabaru, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. (2) Neraca keuangan adalah laporan akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada periode tertentu, terdiri dari aset, kewajiban, dan ekuitas. Total aset PT Perkebunan Nusantara XIV sempat naik pada 2021, namun turun di 2022. Aset lancar juga menurun, mengindikasikan melemahnya likuiditas jangka pendek. Liabilitas PT Perkebunan Nusantara XIV naik tiap tahun, didominasi liabilitas jangka panjang. Liabilitas jangka pendek sempat turun, namun kembali meningkat di 2022. Ekuitas PT Perkebunan Nusantara XIV terus memburuk dari negatif Rp1,02 triliun (2020) menjadi negatif Rp1,81 triliun (2022), seiring tren kerugian berkelanjutan dan penurunan pendapatan dari Rp851,37 miliar menjadi Rp649,50 miliar, dengan beban pokok pendapatan tetap tinggi. Laba bruto sempat turun pada 2021, lalu naik tajam pada 2022, tetapi tidak mampu menutup beban operasional lainnya. Rugi usaha membesar dari Rp42,87 miliar (2020) menjadi Rp250,33 miliar (2022), ditambah beban keuangan sekitar Rp180–220 miliar tiap tahun. Rugi sebelum pajak mencapai Rp429,83 miliar pada 2022, dan rugi komprehensif terus meningkat hingga Rp428,13 miliar, mayoritas ditanggung oleh entitas induk. (4) Rasio lancar PT Perkebunan Nusantara XIV terus menurun hingga 6,01% pada 2022, jauh di bawah standar. Kondisi ini mencerminkan likuiditas yang lemah dan ketidakmampuan memenuhi kewajiban jangka pendek, sehingga dinyatakan Tidak Sehat selama tiga tahun berturut-turut. Rasio kas PT Perkebunan Nusantara XIV tetap di bawah standar sehat selama 2020–2022, turun drastis menjadi 0,35% pada 2022. Nilai ini jauh dari batas minimal 50%, sehingga perusahaan mendapat skor 0 dan dikategorikan "Tidak Sehat. Rasio solvabilitas PT Perkebunan Nusantara XIV meningkat dari 40,98% (2020) menjadi 70,74% (2022), namun skor kesehatan menurun dari 9 menjadi 7,5, dan status berubah menjadi "Cukup Sehat". Kenaikan rasio ini tidak sepenuhnya mencerminkan perbaikan struktur modal, karena bisa disebabkan oleh tingginya utang atau penurunan aset. Return Of Equity (ROE) berada pada kisaran rendah, yaitu 0,24%–0,40% selama 2020–2022. Meskipun sempat naik pada 2021, nilainya tetap tergolong sangat rendah dan mendapat skor 2, yang dikategorikan "Tidak Sehat" Return on Investment (ROI) PT Perkebunan Nusantara XIV selama 2020–2022 berada pada kisaran sangat rendah, yakni 0,10% hingga 0,17%. Meskipun sempat meningkat, nilainya tetap jauh di bawah standar sehat menurut Kepmen BUMN, sehingga memperoleh skor 2 dan dikategorikan "Tidak Sehat”. Secara keseluruhan, kinerja keuangan PT Perkebunan Nusantara XIV masih kurang sehat. Hal ini tercermin dari skor current ratio dan cash ratio yang tetap 0 selama 2020–2022, menunjukkan ketidakmampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya. 

Institution Info

Universitas Muslim Indonesia