Abstract :
Seiring berkembangnya teknologi serta meningkatnya gaya hidup konsumtif
masyarakat, bisnis kedai kopi tumbuh pesat di berbagai daerah. Kondisi ini mendorong
para pelaku usaha kopi untuk memiliki strategi pemasaran yang efektif agar mampu
bersaing, memenuhi kebutuhan pasar, dan mempertahankan loyalitas konsumen.
Penelitian ini bertujuan (1) Mengidentifikasi jenis produk, volume penjualan
dan harga kopi Favoroast Coffe Roastery (2) Mendeskripsikan proses pengolahan kopi
(3) Menganalisis jumlah produksi, pendapatan, dan kelayakan usaha (4) Menganalisis
strategi bauran pemasaran yang diterapkan pada usaha kopi Favoroast Coffe Roastery.
Penelitian dilaksanakan di usaha Kopi Favoroast Coffee Roastery di Jl. Poros
Enrekang, Makale, Kalosi, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang pada Bulan Mei-
Juli 2025. Informan dari usaha Favoroast Coffee Roastery dan konsumen Favoroast
Coffee Roastery. Jumlah sampel pada penelitian ini ditentukan menggunakan rumus
Lemeshow, karena jumlah populasi tidak diketahui atau tidak terhingga. Jumlah
sampel minimal berdasarkan perhitungan adalah 56 responden, namun karena
keterbatasan, penelitian ini menggunakan 56 responden dengan teknik accidental
sampling. Responden dipilih secara kebetulan di lapangan, memenuhi kriteria: pernah
membeli produk kopi Favoroast Coffee Roastery lebih dari dua kali, berusia minimal
17 tahun, dan bersedia diwawancarai. Metode analisis data adalah analisis deskriptif,
analisis deskriptif kuantitatif, analisis pendapatan dan analisis kelayakan.
Hasil penelitian menunjukkan (1) Usaha kopi bubuk Favoroast Coffee
Roastery memasarkan dua jenis kopi, yaitu robusta dan arabica, dalam empat varian
kemasan. Produk terlaris adalah kopi robusta 180gram dengan penjualan 120 bungkus
per bulan. Total penjualan seluruh produk mencapai 338 bungkus per bulan dengan
harga jual berkisar antara Rp 25.000 hingga Rp 105.000 per bungkus (2) Usaha kopi
bubuk Favoroast Coffee Roaster memperoleh pasokan biji kopi robusta dan arabika
dalam bentuk green bean dari petani lokal dan pengepul di Kabupaten Enrekang.
Proses pengolahan dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu: sortasi awal untuk
memastikan kualitas biji, roasting pada suhu 205–210°C selama 14–16 menit,
pendinginan untuk menjaga aroma, grinding dengan tingkat kehalusan bervariasi,
pengemasan dalam ukuran 180g–500g dengan label lengkap, serta penyimpanan dan
distribusi melalui lokasi usaha, media sosial/facebook, dan reseller. (3) Produksi
sFavoroast Coffee Roastery mencapai 338 bungkus/bulan, terdiri dari kopi robusta dan
arabica dalam berbagai kemasan. Total pendapatan usaha kopi bubuk Favoroast
Coffee Roastery selama satu bulan sebesar Rp.4.422.993 dengan total biaya yaitu
sebesar Rp.11.767.00. Nilai R/C Ratio sebesar 1,38 menunjukkan bahwa setiap
Rp1.000 pengeluaran menghasilkan Rp1.380 penerimaan. Karena nilainya lebih dari
1, maka usaha kopi bubuk Favoroast Coffee Roastery layak dan menguntungkan
secara finansial. (4) Usaha kopi bubuk Favoroast Coffee Roastery di Kecamatan Alla,
Kabupaten Enrekang telah menerapkan strategi bauran pemasaran 4p, yaitu product,
price, place, dan promotion. Hal ini terlihat dari penilaian pada setiap indikator bauran
pemasaran yang mayoritas masuk dalam kategori menerapkan