DETAIL DOCUMENT
Faktor Produksi dan Risiko Usahatani Tebu di Desa Kampili, Kabupaten Gowa
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Wahyu Erlangga, Wahyu Erlangga
Subject
S Agriculture (General) 
Datestamp
2025-08-20 05:00:52 
Abstract :
Produksi tebu di Desa Kampili, Kabupaten Gowa, belum maksimal dan tidak mampu merespons kebutuhan gula yang terus meningkat. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti pengaruh iklim, serangan hama dan penyakit, serta rendahnya adopsi teknologi oleh petani. Perbedaan faktor-faktor produksi ini menyebabkan variasi dalam besaran produksi yang berdampak pada perbedaan pendapatan dan tingkat risiko yang dihadapi petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi usahatani tebu di Desa Kampili, Kabupaten Gowa, menganalisis tingkat risiko produksi usahatani tebu di lokasi yang sama, dan mendeskripsikan teknik budidaya usahatani tebu yang diterapkan petani. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kampili, Kabupaten Gowa, pada bulan Juli September 2024. Populasi penelitian adalah seluruh petani tebu di Desa Kampili yang berjumlah 50 orang, dan seluruh populasi dijadikan sampel (teknik sensus) . Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara menggunakan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari lembaga terkait. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh faktor produksi (luas lahan, tenaga kerja, bibit, dan pupuk) terhadap produksi, serta analisis koefisien variasi untuk mengukur tingkat risiko produksi. Produksi usahatani tebu di Desa Kampili pada tahun 2024 menunjukkan bahwa sebagian besar petani (84%) menghasilkan produksi antara 560 kg hingga 3.039 kg, dengan rata-rata produksi per petani mencapai 1.909 kg, yang tergolong rendah. Teknik budidaya yang diterapkan meliputi persiapan lahan, pemilihan bibit, penanaman, pemeliharaan (penyulaman dan penyiangan), dan pemupukan. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa luas lahan, tenaga kerja, bibit, dan pupuk secara simultan dan parsial berpengaruh signifikan terhadap produksi usahatani tebu. Namun, variabel tenaga kerja dan bibit memiliki koefisien regresi negatif, menunjukkan bahwa peningkatan kedua faktor ini justru dapat menurunkan hasil produksi jika tidak disesuaikan dengan kebutuhan atau kualitas yang optimal. Tingkat risiko produksi usahatani tebu di Desa Kampili sangat rendah, dengan nilai koefisien variasi sebesar 0,004, yang mengindikasikan usahatani tebu relatif stabil. Petani tebu di Desa Kampili telah menerapkan teknik budidaya tertentu, dan faktor faktor seperti luas lahan, tenaga kerja, bibit, dan pupuk secara signifikan memengaruhi produksi mereka. Meskipun demikian, peningkatan tenaga kerja dan bibit yang tidak optimal dapat berdampak negatif pada hasil. Usahatani tebu di Desa Kampili memiliki tingkat risiko produksi yang rendah, menunjukkan stabilitas. 

Institution Info

Universitas Muslim Indonesia