Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Fany Fitriani Ikbal, Fany Fitriani Ikbal
Subject
S Agriculture (General)
Datestamp
2025-08-20 05:01:01
Abstract :
Terasi udang rebon “Passiana” merupakan produk olahan tradisional khas
Kabupaten Kepulauan Selayar yang dibuat dari udang rebon berkualitas tinggi.
Produk ini memiliki cita rasa dan aroma yang khas, serta menjadi bagian dari
warisan budaya kuliner yang turun-temurun. Proses pembuatannya masih
dilakukan secara tradisional, namun mampu menghasilkan produk yang diminati
oleh masyarakat lokal maupun wisatawan. Terasi adalah bumbu masakan
tradisional yang dibuat dari hasil fermentasi terutama udang kecil (udang rebon)
atau ikan kecil, yang dicampur dengan garam. Proses fermentasi ini menghasilkan
aroma yang khas, tajam, dan kuat, namun justru menjadi daya tarik tersendiri karena
mampu memperkaya cita rasa masakan. Terasi biasanya berwarna cokelat
kehitaman atau kemerahan, berbentuk padat, dan dijual dalam bentuk balok, bulat,
atau dibungkus sesuai ukuran tertentu.
Tujuan penelitian ini yaitu, (1) Mengidentifikasi proses produksi terasi
udang rebon Passiana di Kabupaten Kepulauan Selayar (2) Menghitung volume
produksi dan pendapatan terasi udang rebon Passiana (3) Menganalisis faktor
internal dan eksternal usaha terasi udang rebon Passiana (4) Merumuskan strategi
pemasaran usaha terasi udang rebon Passiana. Penelitian ini dilaksanakan di Selayar
Kota Benteng. Sampel pada penelitian berjumlah 25. Responden konsumen dan 1
responden informan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode analisis deskriptif dan analisis SWOT.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha terasi Passiana (1) Proses
produksi Terasi Udang Rebon Passiana dilakukan secara tradisional dengan tahapan
mulai dari persiapan bahan baku, pencucian, penggaraman, penggilingan,
fermentasi, hingga penjemuran, yang menghasilkan cita rasa dan aroma khas (2)
Volume produksi dan pendapatan menunjukkan tren meningkat, dengan penjualan
tertinggi pada tahun 2023 sebesar 2.100kg dan rata-rata pertumbuhan 37,33% per
tahun (3) Faktor internal yang menjadi kekuatan adalah kualitas produk yang tinggi,
pengalaman kerja yang lama, dan bahan baku yang segar; sedangkan kelemahannya
meliputi keterbatasan modal, promosi yang kurang, dan variasi produk yang minim
(4) Faktor eksternal yang menjadi peluang adalah tingginya permintaan pasar dan
dukungan pemerintah; sedangkan ancaman utamanya adalah persaingan dari
produk sejenis dari daerah lain dan fluktuasi harga bahan baku (5) Strategi
pemasaran yang tepat berdasarkan analisis SWOT adalah strategi agresif, dengan
fokus pada pemanfaatan kekuatan untuk meraih peluang, seperti meningkatkan
promosi, memperluas pasar, dan mempertahankan kualitas produk.