Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Suhelda Tangke L, Suhelda Tangke L
Subject
S Agriculture (General)
Datestamp
2025-08-20 05:01:09
Abstract :
Usahatani tanaman kakao merupakan salah satu sumber pendapatan petani
dengan cara mempertahankan serta meningkatkan produksi yang dihasilkan. Upaya
peningkatan produksi kakao di dalam negeri dapat ditempuh melalui perluasan
areal tanam dan peningkatan produktivitas. Perluasan areal dapat diarahkan pada
lahan-lahan potensial seperti lahan bekas tanaman lain, lahan hutan yang sudah
terdegradasi, lahan marginal dan lahan terlantar yang belum dimanfaatkan untuk
pertanian. Kakao yang merupakan komoditas strategis di Desa Kalpataru tentunya
perlu dilakukan penelitian untuk menegetahui seberapa besar potensinya, dalam
penelitian ini penulis ingin mengetahui lebih dalam, diantaranya. Jumlah produksi
kakao, pendapatan usahatani kakao, tingkat risiko produksi usahatani kakao, dan
faktor-faktor yang mempengaruhi risiko produksi usahatani kakao. Dari keempat
point pembahasan diatas tentunya merupakan hal yang penting untuk dibahas guna
pengembangan usahatani kakao itu sendiri.
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi jumlah produksi
usahatani kakao di Desa Kalpataru Kecamatan Tomoni Kabupaten Luwu Timur.
(2) Menganalisis pendapatan usahatani kakao. (3) Menganalisis tingkat risiko
produksi usahatani kakao. (4) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
risiko produksi usahatani kakao. Penelitian ini dilakukan di Desa Kalpataru,
Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur selama 4 bulan yaitu dari bulan
Oktober 2023 – Februari 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani
kakao di Desa Kalpataru, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur yang
berjumlah 130 petani. Pengambilan sampel menggunakan metode sample random
sampling, yaitu mengambil sampel petani kakao secara acak sederhana. Jumlah
responden yang ditetapkan sebanyak 33 orang. Metode analisis data yang
digunakan adalah analisis produksi dan pendapatan, analisis risiko dan analisis
regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Jumlah produksi kakao di Desa
Kalpataru sebesar 388 kg/ha (2) pendapatan usahatani kakao sebesar
Rp.58.545.879/ha (3) Tingkat risiko produksi dialami oleh petani kakao di
Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur adalah risiko rendah dengan nilai 0,04
artinya nilai koefisien variasi lebih kecil dari nilai 0,5. (4) Berdasarkan uji-F
(serempak) pada variabel luas lahan (X1), modal (X2), tenaga kerja (X3), bibit (X4),
pupuk (X5), pestisida (X6) diperoleh nilai signifikan sebesar 0,00 < 0,05 artinya
secara serempak memiliki pengaruh singnifikan terhadap variabel terikat (Y) yaitu
risiko produksi usahatani kakao. Berdasarkan uji-T (parsial) diperoleh nilai
probabilitas variabel luas lahan (X1) sebesar 0,118, modal (X2) sebesar 0,519,
tenaga kerja (X3) sebesar 0,569, bibit kakao (X4) sebesar 0,009, pupuk (X5) sebesar
0,296, pestisida (X6) sebesar 0,290 dimana nilai probabilitas yang lebih kecil dari
(0,05) tarah kepercayaan (95%) artinya bibit kakao (X4) berpengaruh signifikan
terhadap risiko produksi usahatani kakao (Y), dengan nilai koefisien determinasi
(R2) sebesar 0,97.