DETAIL DOCUMENT
Analisis Pendapatan dan Resiko Usaha Penangkaran Bibit Kakao di Desa Tombolo, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Nadia Jalal, Nadia Jalal
Subject
S Agriculture (General) 
Datestamp
2025-08-20 05:01:13 
Abstract :
Indonesia sebagai Negara produsen eksportir kakao terbesar ketiga dunia setelah Ghana dan Pantai Gading. Kakao Indonesia dari segi kualitas tidak kalah dengan kakao dunia apabila dilakukan fermentasi dengan baik dapat mencapai cita rasa yang sama seperti kakao yang berasal dari Ghana dan kakao Indonesia mempunyai kelebihan yaitu tidak mudah meleleh. Oleh karenanya tidak mengherankan bahwa sejak awal tahun 1980-an, perkembangan kakao di Indonesia sangat pesat. Keadaan iklim dan kondisi lahan yang sesuai untuk pertumbuhan kakao akan mendorong pengembangan pembangunan perkebunan kakao Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk, (1) Mendeskripsikan tahapan proses penangkaran yang dilakukan dalam menghasilkan bibit kakao di Desa Tombolo, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng. (2) Mengidentifikasi jumlah produksi bibit kakao yang dihasilkan penangkar. (3) Menganalisis pendapatan yan dihasilka oleh penangkar bibit kakao. (4) Mengidentifikasi resiko usaha penangkaran bibit. (5) Menganalisis tingkat resiko produksi usaha penangkaran bibit kakao. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tombolo, Kecamatan Gantarangkeke Kabupaten Bantaeng yang dimulai pada bulan Mei-Juli 2025. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 5 orang, sedangkan sampel diambil sebanyak 2 penangkar yang dilakukan secara purposive, yaitu penangkar yang telah beroperasi lebih dari 5 tahun dan memiliki sertifikasi penangkaran. Metode analisis data meliputi Analisis Deskriptif, Analisis Pendapatan dan Analisis Koefisien Variasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa (1) Proses produksi bibit kakao dilakukan mulai dari pemilihan Biji Kakao, penyemaian, pemeliharaan, Penyambungan, seleksi bibit hingga pemasaran. (2) Jumlah produksi bibit kakao yang dihasilkan penangkar dalam satu periode usaha mencapai 45.000 bibit dengan pembagian per lorong yang merata, menunjukkan sistem pembibitan yang terstruktur. (3) Pendapatan usaha penangkaran bibit kakao dinyatakan layak dan menguntungkan dengan nilai 327.677.500. (4) Resiko produksi yang dihadapi meliputi kematian bibit, serangan hama dan penyakit dan bibit tumbuh tidak merata. (5) Tingkat resiko berdasarkan perhitungan koefisien variasi dan standar deviasi berada pada kategori rendah dengan nilai 0,75% tergolong rendah, maka hal ini menunjukkan bahwa variasi data sangat kecil dan hasilnya relatif seragam. 

Institution Info

Universitas Muslim Indonesia