DETAIL DOCUMENT
Analisis Produktivitas dan Kelayakan Usahatani Padi Sawah Terasering Di Desa Bacu-Bacu, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Aris, Aris
Subject
S Agriculture (General) 
Datestamp
2025-08-20 05:01:19 
Abstract :
Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan merupakan wilayah potensial pengembangan usahatani padi sawah, dengan luas dan produksi yang terus mengalami fluktuasi akibat faktor teknis dan non-teknis. Salah satu daerah di Kabupaten Barru, Desa Bacu-Bacu, memiliki lahan sawah terasering dengan produktivitas yang cenderung meningkat meski luas lahannya relatif stabil. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi penggunaan faktor produksi usahatani padi sawah terasering di Desa Bacu-Bacu Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru, (2) mengidentifikasi produksi dan menganalisis produktivitas usahatani padi sawah terasering, (3) menganalisis pendapatan usahatani padi sawah terasering dan (4) menganalisis kelayakan ekonomi usahatani padi sawah terasering. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Mei - Bulan Agustus 2025. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 120 petani dan jumlah sampel sebanyak 55 petani. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari analisis deskriptif, analisis produktivitas, analisis pendapatan dan analisis kelayakan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penggunaan faktor produksi usahatani padi di lahan sawah terasering Desa Bacu-Bacu sebagai berikut; Penggunaan benih rata-rata 22,47 kg/petani atau 29,15 kg/ha. Pupuk Urea rata-rata 151,81 kg/petani atau 196,93 kh/ha, SP-36 rata-rata 80,00 kg/petani atau 103 kg/ha dan Phonska rata-rata 151 kg/petani atau 196 kg/ha. Pestisida Dangke rata-rata 301,82 gr/petani atau 391,51 gr/ha dan Virtako 152,72 ml/petani atau 198,11 ml/ha. Herbisida Gramoxone digunakan 1,55 L/petani atau 2,02 L/ha,. Tenaga kerja yang digunakan berkisar 6–14 orang, dengan rata-rata 12 orang/petani. (2) Produksi usahatani padi terasering di Desa Bacu-Bacu rata-rata 4.455 kg/petani atau produktivitas 5.778 kg/ha. (3) Pendapatan petani dari usahatani padi terasering di Desa Bacu-Bacu menguntungkan yakni sebesar Rp 25.397.443 per petani dan Rp 43.443.503 per hektar. (4) Berdasarkan nilai R/C Ratio sebesar 9,26 pada usahatani padi lahan terasering termasuk kategori layak. 

Institution Info

Universitas Muslim Indonesia