Abstract :
Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan merupakan wilayah potensial
pengembangan usahatani padi sawah, dengan luas dan produksi yang terus
mengalami fluktuasi akibat faktor teknis dan non-teknis. Salah satu daerah di
Kabupaten Barru, Desa Bacu-Bacu, memiliki lahan sawah terasering dengan
produktivitas yang cenderung meningkat meski luas lahannya relatif stabil.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi penggunaan faktor
produksi usahatani padi sawah terasering di Desa Bacu-Bacu Kecamatan
Pujananting Kabupaten Barru, (2) mengidentifikasi produksi dan menganalisis
produktivitas usahatani padi sawah terasering, (3) menganalisis pendapatan
usahatani padi sawah terasering dan (4) menganalisis kelayakan ekonomi usahatani
padi sawah terasering. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Mei - Bulan Agustus
2025. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 120 petani dan jumlah sampel
sebanyak 55 petani. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari
analisis deskriptif, analisis produktivitas, analisis pendapatan dan analisis
kelayakan usahatani.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penggunaan faktor produksi
usahatani padi di lahan sawah terasering Desa Bacu-Bacu sebagai berikut;
Penggunaan benih rata-rata 22,47 kg/petani atau 29,15 kg/ha. Pupuk Urea rata-rata
151,81 kg/petani atau 196,93 kh/ha, SP-36 rata-rata 80,00 kg/petani atau 103 kg/ha
dan Phonska rata-rata 151 kg/petani atau 196 kg/ha. Pestisida Dangke rata-rata
301,82 gr/petani atau 391,51 gr/ha dan Virtako 152,72 ml/petani atau 198,11 ml/ha.
Herbisida Gramoxone digunakan 1,55 L/petani atau 2,02 L/ha,. Tenaga kerja yang
digunakan berkisar 6–14 orang, dengan rata-rata 12 orang/petani. (2) Produksi
usahatani padi terasering di Desa Bacu-Bacu rata-rata 4.455 kg/petani atau
produktivitas 5.778 kg/ha. (3) Pendapatan petani dari usahatani padi terasering di
Desa Bacu-Bacu menguntungkan yakni sebesar Rp 25.397.443 per petani dan Rp
43.443.503 per hektar. (4) Berdasarkan nilai R/C Ratio sebesar 9,26 pada usahatani
padi lahan terasering termasuk kategori layak.