DETAIL DOCUMENT
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Jagung Hibrida (Zea mays L.) Kabupaten Pinrang (Studi Kasus Pada Petani Jagung Hibrida di Desa Watang Kassa, Kecamatan Batulappa)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Ilga Damayanti Kahar, Ilga Damayanti Kahar
Subject
S Agriculture (General) 
Datestamp
2025-08-20 05:01:28 
Abstract :
Salah satu jenis tanaman pangan yang dapat mengambil peran dalam pembangunan sektor pertanian adalah tanaman jagung. Jagung memiliki potensi yang cukup besar untuk di usahatanikan secara agribisnis. Produksi jagung hibrida merupakan salah satu sektor penting dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani, namun produktivitas jagung yang belum optimal menunjukkan perlunya evaluasi terhadap faktor-faktor produksi yang memengaruhi hasil usahatani. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi jumlah produksi dan menganalisis produktivitas pada usahatani Jagung Hibrida di Desa Watang Kassa, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang, (2) Menganalisis pendapatan pada usahatani Jagung Hibrida, (3) Mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani Jagung Hibrida, (4) Menganalisis faktor yang mempengaruhi jumlah produksi usahatani Jagung Hibrida. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 51 petani jagung hibrida yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda untuk menguji pengaruh masing-masing variabel input (luas lahan, benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja) terhadap variabel output yaitu produksi jagung hibrida. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Rata-rata jumlah produksi dan produktivitas usahatani Jagung Hibrida di Desa Watang Kassa, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang adalah 8,276 Kg/musim tanam. (2) Pendapatan usahatani Jagung Hibrida di Desa Watang Kassa, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang adalah Rp. 13.168.551,00/ha. (3) Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani Jagung Hibrida adalah luas lahan (X₁) sebesar 244.05 mengindikasikan bahwa setiap penambahan satu Hektar (Ha) akan meningkatkan produksi jagung sebesar 2,44 Ton, dengan asumsi variabel lainnya tetap. Benih (X2) memiliki koefisien sebesar 49,97 yang berarti bahwa setiap penambahan harga satu kg benih akan menambah produksi jagung sebesar 499,7 kg, apabila faktor lainnya tidak berubah. Faktor terakhir adalah tenaga kerja (X5) menunjukkan koefisien positif sebesar 82,04. Artinya, setiap tambahan satu tenaga kerja berpotensi meningkatkan produksi jagung sebesar 82,04 Kg. (4) Secara simultan, seluruh variabel input produksi berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi jagung hibrida. Secara parsial, luas lahan, benih, pupuk, dan tenaga kerja memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap produksi, sedangkan penggunaan pestisida tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Selain itu, hasil juga menunjukkan bahwa meskipun produktivitas jagung masih tergolong rendah, usahatani jagung hibrida tetap memberikan keuntungan bagi petani. 

Institution Info

Universitas Muslim Indonesia