Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Corona Amarilis, Siti Nurul Rahmah Maulida Ibrahim, Corona Amarilis, Siti Nurul Rahmah Maulida Ibrahim
Subject
S Agriculture (General)
Datestamp
2025-08-20 05:01:33
Abstract :
Mahasiswa memilih menjalani wirausaha sebagai sarana pengembangan diri dengan
mengembangkan produk peyek kacang tanah bernama Crispyek, yang mengutamakan inovasi
pada produk dan kemasan. Inovasi dilakukan dengan menghadirkan dua varian rasa, yaitu
original dan balado, untuk menjangkau pasar yang lebih luas, khususnya kalangan muda. Selain
itu, desain kemasan diperbarui menjadi lebih modern dan informatif dengan mencantumkan
tanggal kedaluwarsa, berat bersih, komposisi bahan, serta kontak produsen, guna
meningkatkan daya tarik dan kepercayaan konsumen. Produk dikemas dalam ukuran yang
praktis dan menarik secara visual, dengan tetap menjaga kualitas bahan baku serta proses
produksi yang higienis. Inovasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi Crispyek di pasar
makanan ringan tradisional sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan agribisnis lokal.
Tujuan pada penelitian ini yaitu, (1) Menciptakan produk cemilan tradisional “peyek”
dengan memberikan inovasi rasa dan kemasan, serta strategi pemasaran modern (2)
Memanfaatkan bahan baku dari pertanian lokal untuk meningkatkan pendapatan dan
kesejahteraan petani atau pemasok lokal (3) Meningkatkan kemandirian finansial dengan
memanfaatkan peluang usaha yang potensial melalui keterampilan berwirausaha yaitu
perencanaan usaha, manajemen produksi, pemasaran, serta pengelolaan keuangan (4)
Membangun fondasi usaha jangka panjang yang berkelanjutan dan membuka lapangan kerja
di sektor agribisnis. Penelitian ini dilaksanakan di rumah produksi yang bertempat di jalan
Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar selama 5 (lima) bulan yaitu Maret,
s.d Juli 2025. Adapun proses pemasaran dilakukan melalui 3 (tiga) saluran yaitu melalui
media sosial (Instagram & WhattsApp), door to door (penjualan langsung) dan word of mouth
(rekomendasi).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pendekatan Business-to-Consumer (B2C) yang
diterapkan usaha Crispyek terbukti berhasil menjangkau berbagai segmen konsumen, mulai
dari remaja, mahasiswa, hingga pekerja, dengan strategi pemasaran yang disesuaikan sehingga
mampu meningkatkan penjualan dan cakupan pasar. Dari sisi keuangan, total omset selama
Maret hingga Juli mencapai Rp1.046.000 dengan keuntungan Rp. 378.242. Berdasarkan survei
terhadap 35 responden, mayoritas konsumen adalah pelajar/mahasiswa berusia 15–25 tahun
yang mengenal produk melalui teman (54,3%) dan media sosial (45,7%). Motivasi utama
pembelian adalah keinginan mencoba (62,9%) dan rekomendasi rekan (37,1%), dengan
mayoritas merasa puas terhadap waktu pengantaran, rasa, kerenyahan, ukuran porsi, dan
kemasan. Responden menilai produk enak hingga sangat enak (100%), sangat renyah (51,4%),
dan kemasan menarik (97,1%), serta mayoritas merasa pengiriman tepat waktu dan pelayanan
ramah. Saran pelanggan mencakup penambahan varian rasa, peningkatan bumbu, dan bahan
seperti daun jeruk dan kacang, menunjukkan bahwa meskipun produk disukai, masih ada ruang
untuk inovasi demi meningkatkan daya saing.