Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Dian Pratiwi, Dian Pratiwi
Subject
S Agriculture (General)
Datestamp
2025-08-20 05:01:41
Abstract :
Indonesia dikenal memiliki kekayaan pangan lokal yang sangat beragam.
Makanan-makanan ini umumnya memiliki hubungan yang erat dengan budaya serta
tradisi masyarakat di daerah asalnya. Pangan lokal merupakan hasil olahan makanan
atau minuman yang berasal dari suatu wilayah tertentu dan menjadi bagian dari
identitas khas daerah tersebut. Salah satu contoh pangan lokal yang menonjol dapat
ditemukan di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Di daerah ini terdapat makanan
khas yang telah ada sejak masa kolonial dan telah melekat kuat dalam kehidupan
masyarakat. Makanan ini bukan hanya mencerminkan identitas etnis Massenrempulu,
tetapi juga menjadi sumber penghasilan utama bagi sebagian masyarakat. Pangan lokal
ini berbahan dasar susu kerbau atau susu sapi, yang diolah secara tradisional. Selain
memperkuat jati diri budaya daerah, produk ini juga berpotensi besar dalam mendorong
pertumbuhan ekonomi lokal melalui hasil olahan yang bernilai komersial.
Penelitian ini bertujuan untuk, (1) Mendeskripsikan proses pengolahan Dangke
Menjadi Kerupuk Dangke pada Usaha Kerupuk Dangke Rosma di Kecamatan
Anggeraja. (2). Mendeskripsikan jumlah produksi dan mengalisis pendapatan pada
usaha kerupuk dangke. (3). Menganalisis strategi bauran pemasaran Usaha Kerupuk
Dangke Rosma. (4). Menganalisis nilai tambah yang diperoleh pada usaha pengolahan
dangke menjadi kerupuk dangke. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mandatte,
Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Responden dalam penelitian ini adalah
konsumen sebanyak 30 orang dan Informan adalah Pemilik dan karyawan bagian
produksi dan pemasaran.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Proses pengolahan Kerupuk
Dangke melalui tahapan yang dimulai dari pemilihan bahan baku yaitu Dangke sebesar
10 gram sekali produksi kemudian melakukan proses pencampuran bahan penunjang
yang di mixer selama 1jam, kemudian adonan yang sudah siap digoreng dengan
cetakan kaktus setelah semuanyadigoreng lalu kerupuk dangke dikemas dengan berat
160 gram. (2) Produksi Usaha Kerupuk Dangke dilakukan sebanyak 4 kali sebulan
menghasilkan 1.200 kemasan/pcs dan isi dengan berat 160gram/pcs, sedangkan
pendapatan Usaha Kerupuk sebulan sebesar Rp 5.224.777. (3) Strategi Bauran
Pemasaran (Marketing Mix) Usaha Rosma telah menerapkan strategi bauran pemasaran
4P (Product, Price, Place, dan Promotion) dengan cukup baik. Produk memiliki rasa
dan kemasan yang menarik, harga kompetitif, lokasi penjualan yang strategis dan
terjangkau, serta promosi sederhana namun efektif rekomendasi dari orang terdekat
lebih dipercaya dibanding iklan. (4) Rasio nilai tambah yang diperoleh pada Usaha
Kerupuk Dangke sebesar 64,19 % hal ini menunjukkan bahwa rasio nilai tambah
kerupuk dangke tergolong tinggi karena lebih besar dari 50%.