Abstract :
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi Trichoderma sp. terhadap
pertumbuhan bibit lada perdu, mengetahui lama perendaman Trichoderma sp.
terhadap pertumbuhan bibit lada perdu dan mengetahui interaksi antara
Trichoderma sp. dan lama perendaman terhadap pertumbuhan bibit lada perdu.
Penelitian ini dilaksanakan di BTP blok H, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.
Waktu pelaksanaan dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Juli 2025. Penelitian
ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok 2 faktor dengan
pola factorial, faktor pertama yaitu Pemberian Trichoderma sp. dan air kelapa
dengan 3 taraf yaitu tanpa perendaman Trichoderma sp. (kontrol), Trichoderma sp.
15 g + Air dan Trichoderma sp. 15 g + Air Kelapa 25%. Faktor kedua yaitu durasi
perendaman setek lada dengan 3 taraf yaitu 6 jam Perendaman, 9 jam Perendaman
dan 12 jam Perendaman. Berdasarkan kedua faktor tersebut, maka diperoleh 9
kombinasi perlakuan, selanjutnya masing-masing kombinasi perlakuan diulang
sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 36 unit percobaan, setiap unit percobaan
menggunakan 4 bibit tanaman, sehingga terdapat 144 bibit tanaman lada perdu.
Parameter pengamatan yang diamati yaitu waktu muncul tunas, panjang tunas,
jumlah tunas, jumlah daun, diameter batang tunas, volume akar dan persentase
keberhasilan setek.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Trichoderma sp. 15 g + air kelapa
25% memberikan hasil terbaik terhadap waktu muncul tunas 35,9 hari setelah
tanam, panjang tunas 15,5 cm, jumlah daun 4,8 helai, volume akar 5,67 ml dan
persentase keberhasilan setek 87,5%. Lama perendaman 12 jam memberikan hasil
terbaik terhadap waktu muncul tunas 32,7 hari setelah tanam, volume akar 5,33 ml
dan presentase keberhasilan setek 87,5%. Interaksi antara pemberian Trichoderma
sp. dan lama perendaman tidak berpengaruh signifikan secara statistik, namun
menunjukkan nilai rata-rata tertinggi pada perlakuan Trichoderma sp 15 g + air
kelapa 25% dengan lama perendaman 12 jam yaitu pada parameter waktu muncul
tunas 29,4 hari setelah tanam, panjang tunas 17,1 cm, jumlah daun 5,3 helai,
diameter batang 0,14 mm dan persentase keberhasilan setek 100%.