Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model sambung terhadap
keberhasilan sambung pucuk tanaman durian, mengetahui pengaruh varietas
terhadap keberhasilan sambung pucuk tanaman durian dan mengetahui interaksi
antara model sambung dan varietas terhadap keberhasilan sambung pucuk tanaman
durian.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2025 dan dilaksanakan di Desa
Tongko, Kecamatan Baroko, Kabupaten Enrekang. Penelitian ini dilaksanakan
menggunakan Rancangan Acak Kelompok 2 faktor. Faktor pertama adalah model
sambung terdiri dari 3 taraf, yaitu Model sambung pucuk, Model sambung sisip
dan Model sambung samping. Faktor kedua adalah jenis Varietas terdiri dari 2
taraf, yaitu Varietas Montong dan Varietas Musang king. Setiap kombinasi
perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 18 unit perlakuan. Parameter
pengamatan yang diamati yaitu waktu muncul tunas, panjang tunas, jumlah tunas,
jumlah daun dan presentasi keberhasilan.
Hasil penelitian menunjukkan bahawa penggunaan model sambung pucuk
memberikan pengaruh terbaik terhadap jumlah tunas yaitu 2,2 tunas, jumlah daun
yaitu 4,0 helai dan presentase keberhasilan yaitu 100%. Penggunaan varietas
montong memberikan pengaruh terbaik terhadap jumlah tunas yaitu 2.04 tunas dan
cenderung baik pada jumlah daun yaitu 3.54 helai. Interaksi antara model sambung
pucuk dan varietas montong memberikan pengaruh terbaik terhadap presentase
keberhasilan yaitu 100% dan cenderung baik pada waktu muncul tunas yaitu 14,9
hst.