DETAIL DOCUMENT
Penampilan Komponen Produksi Beberapa Jenis Non Hibrida dan Hibrida Cabai Super Pedas (Capsium chinensie. Jacq) di Malino Kabupaten Gowa
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Ardal B, Ardal B
Subject
S Agriculture (General) 
Datestamp
2025-08-20 05:02:27 
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan komponen produksi beberapa jenis cabai super pedas Non Hibrida Harapan di Malino Kabupaten Gowa, mengetahui penampilan komponen produksi beberapa jenis cabai super pedas Hibrida Harapan di Malino Kabupaten Gowa dan mengetahui penampilan komponen produksi pada varietas lokal (Katokkon) tanaman cabai super pedas di Malino Kabupaten Gowa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Agustus 2025 di Buluballea Kelurahan Patappang Malino, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu Non-Hibrida Harapan (F6 382384-4 1-8-1), Non- Hibrida Harapan (F6 382384-3-1-1-1), Hibrida Harapan (F1 383388), Hibrida Harapan (F1. 382383), dan Varietas Pembanding (Katokkon). Percobaan menggunakan 3 ulangan sehingga terdapat 12 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri atas 22 tanaman dengan 6 tanaman sebagai sampel. Parameter yang diamati yaitu umur berbunga 50%, umur panen, ketebalan daging buah, panjang buah, diameter buah, panjang tangkai buah, jumlah buah pertanaman, bobot buah pertanaman dan produksi perhektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe non hibrida harapan (F6 382384-3 1-1-1) memperlihatkan penampilan komponen produksi terbaik dan menghasilkan umur panen tecepat yaitu 140 hari setelah tanam. Genotipe Hibrida Harapan (F1 383388) memperlihatkan penampilan komponen produksi terbaik dengan menghasilkan panjang buah terbaik yaitu 5,3 cm, diameter buah terbaik yaitu 39,6 mm, panjang tangkai buah terbaik yaitu 3,0 cm, bobot buah pertanaman terbaik yaitu 1943,6 gram. dan produksi per hektar terbaik yaitu 8,09 ton/ha. Serta genotipe Hibrida Harapan (F1 382383) mampu beradaptasi dengan baik dengan menghasilkan jumlah buah pertanaman terbaik yaitu 483,3 buah. Varietas lokal yaitu varietas katokkon memperlihatkan penampilan komponen produksi terbaik dengan menghasilkan ketebatalan daging buah terbaik yaitu 3,1 mm. 

Institution Info

Universitas Muslim Indonesia