Abstract :
Di Rumah Sakit Stella Maris Makassar terdapat 134 perawat di ruang
rawat inap, dan hanya sebagian kecil yang telah mengikuti pelatihan formal
dari rumah sakit, namun terdapat upaya internal berbagi pengetahuan antar
perawat. Minimnya partisipasi pelatihan disebabkan kurangnya informasi
dari manajemen yang lebih memprioritaskan unit khusus seperti ICU, anak,
dan maternitas. Meski demikian, kolaborasi antar perawat dalam berbagi
pengetahuan sudah berjalan dengan baik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
knowledge management dengan kinerja perawat di ruang rawat inap
Rumah Sakit Stella Maris. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif
dengan desain cross sectional. Pemilihan sampel dilakukan secara
purposive sampling, dan jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus
Slovin, sehingga diperoleh sebanyak 100 responden yang terdiri dari
perawat di ruang rawat inap.
Berdasarkan hasil uji chi-square, keempat variabel menunjukkan
bahwa sosialisasi (p = 0,086), eksternalisasi (p = 0,361), kombinasi (p =
0,209) dan internalisasi (p = 0,279) tidak berhubungan dengan kinerja
perawat.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara
sosialisasi, eksternalisasi, kombinasi maupun internalisasi dengan kinerja
perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Stella Maris. Disarankan agar
Rumah Sakit Stella Maris meningkatkan sosialisasi yang terstruktur melalui
mentoring dan diskusi rutin, mendorong perawat untuk aktif
mendokumentasikan pengetahuan, menyediakan pelatihan untuk
menggabungkan berbagai sumber informasi, serta menciptakan lingkungan
kerja yang mendukung penerapan dan internalisasi pengetahuan dalam
praktik keperawatan. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas
kinerja perawat secara berkelanjutan.