DETAIL DOCUMENT
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA DRIVER OJEK ONLINE MAXIM DI KOTA MAKASSAR 2025
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Syastia, Syastia
Subject
RA Public aspects of medicine 
Datestamp
2025-09-19 03:15:39 
Abstract :
Kelelahan kerja merupakan masalah serius yang banyak dialami oleh pekerja dari berbagai sektor, termasuk pengemudi ojek online, sopir bus, dan pekerja industri lainnya. Kelelahan dapat berdampak pada penurunan kinerja, motivasi, hingga kesehatan fisik dan mental, bahkan berkontribusi pada kematian akibat kecelakaan kerja. Faktor-faktor penyebab kelelahan sangat beragam, mulai dari usia, jenis kelamin, status pernikahan, status gizi, hingga beban kerja yang berat dan jam kerja yang tidak teratur. Perkembangan pekerjaan fleksibel seperti ojek online memberikan peluang ekonomi, namun juga menyimpan risiko kelelahan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja driver ojek online maxim di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan Metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling dengan kurun waktu satu bulan dan didapat jumlah sampel 50 driver ojek online maxim. Hasil uji chi-square menunjukkan bawha lima variabel yaitu umur (p = 0,612), jenis kelamin (p = 0,371), status pernikahan (p = 0,327), lama kerja (p = 0,364), dan pekerjaan tambahan (p = 0,337) tidak ada hubungan dengan kelelahan kerja. Sedangkan satu variabel yaitu status gizi (0,047) berhubungan dengan kelelahan kerja. Penelitian ini menyimpulkan tidak ada hubungan umur, jenis kelamin, status pernikahan, lama kerja, dan pekerjaan tamabahan dengan tingkat kelelahan kerja pada driver ojek online di Kota Makassar dan ada hubungan status gizi dengan tingkat kelelahan kerja pada driver ojek online di Kota Makassar. Saran penelitian ini meliputi pentingnya menjaga kebugaran, status gizi, dan pola istirahat driver ojek online. Pembagian kerja disarankan sesuai kemampuan fisik, bukan jenis kelamin. Dukungan psikososial bagi driver yang sudah menikah dan manajemen waktu kerja yang baik harus diperhatikan untuk mencegah kelelahan dan menjaga keselamatan kerja. 

Institution Info

Universitas Muslim Indonesia