Abstract :
Kelelahan kerja merupakan masalah serius yang banyak dialami
oleh pekerja dari berbagai sektor, termasuk pengemudi ojek online, sopir
bus, dan pekerja industri lainnya. Kelelahan dapat berdampak pada
penurunan kinerja, motivasi, hingga kesehatan fisik dan mental, bahkan
berkontribusi pada kematian akibat kecelakaan kerja. Faktor-faktor
penyebab kelelahan sangat beragam, mulai dari usia, jenis kelamin, status
pernikahan, status gizi, hingga beban kerja yang berat dan jam kerja yang
tidak teratur. Perkembangan pekerjaan fleksibel seperti ojek online
memberikan peluang ekonomi, namun juga menyimpan risiko kelelahan
yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang
berhubungan dengan kelelahan kerja driver ojek online maxim di Kota
Makassar.
Penelitian ini menggunakan Metode penelitian kuantitatif dengan
menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional.
Pengambilan sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling dengan
kurun waktu satu bulan dan didapat jumlah sampel 50 driver ojek online
maxim.
Hasil uji chi-square menunjukkan bawha lima variabel yaitu umur (p
= 0,612), jenis kelamin (p = 0,371), status pernikahan (p = 0,327), lama
kerja (p = 0,364), dan pekerjaan tambahan (p = 0,337) tidak ada hubungan
dengan kelelahan kerja. Sedangkan satu variabel yaitu status gizi (0,047)
berhubungan dengan kelelahan kerja.
Penelitian ini menyimpulkan tidak ada hubungan umur, jenis kelamin,
status pernikahan, lama kerja, dan pekerjaan tamabahan dengan tingkat
kelelahan kerja pada driver ojek online di Kota Makassar dan ada hubungan
status gizi dengan tingkat kelelahan kerja pada driver ojek online di Kota
Makassar. Saran penelitian ini meliputi pentingnya menjaga kebugaran,
status gizi, dan pola istirahat driver ojek online. Pembagian kerja disarankan
sesuai kemampuan fisik, bukan jenis kelamin. Dukungan psikososial bagi
driver yang sudah menikah dan manajemen waktu kerja yang baik harus
diperhatikan untuk mencegah kelelahan dan menjaga keselamatan kerja.