Abstract :
Stres kerja saat ini menjadi masalah global dan berdampak signifikan
terhadap pekerja dan profesi secara global. Stres di tempat kerja
menimbulkan risiko terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja jika
aktivitas melebihi sumber daya, kemampuan, dan keterampilan bekerja
dikerjakan terus-menerus. diseluruh dunia ada berkisar 450 juta orang
menderita masalah kejiwaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor
yang berhubungan dengan stres kerja yang ada pada pekerja dikantor
Badan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Fakfak Provinsi Papua Barat.
Jenis penelitian yang digunakan adalah observational analitik
dengan pendekatan cross sectional study.Bertujuan untuk mengungkapkan
hubungan korelatif antar variabel, Pengambilan sampel dalam penelitian ini
menggunakan teknik total sampling sebanyak 51 orang.
Hasil analisis menunjukan bahwa umur (p=0,043 < 0,05) yang berarti
ada hubungan umur dengan stres kerja pada pekerja dikantor Badan
Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Fakfak sedangkan masa kerja (p=
0,242 > 0,05) yang berarti tidak adahubungan masa kerja dengan stres
kerja pada pekerja dikantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah
(BPKAD) Fakfak sementara itu beban kerja (p= 0,014 < 0,05) yang berarti ada
hubungan beban kerja dengan stres kerja pada pekerja dikantor Badan Keungan
dan Aset Daerah (BPKAD) Fakfak dan konflik kerja (p= 0,487 > 0,05) yang
berarti tidak ada hubungan konflik kerja dengan stres kerja pada pekerja
dikantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)
Fakfak.Umur, beban kerja ada hubungan denga stres kerja pada pekerja
dikantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Fakfak. Perlu adanya
perhatian khusus terhadap pegawai dengan masa kerja yang panjang,
seperti pemberian insentif atau cuti tambahan, sebagai bentuk apresiasi
dan juga untuk menjaga kestabilan psikologis pegawai.