Abstract :
Komponen utama kehidupan manusia adalah kesehatan.
Pemenuhan gizi yang seimbang melalui asupan makanan yang baik
adalah kunci untuk mencapai kesehatan yang optimal. Fenomena
konsumsi makanan tidak sehat, khususnya fast food, mencerminkan
perubahan pola makan yang mengkhawatirkan. Kehidupan saat ini yang
serba cepat membutuhkan sesuatu yang praktis, seperti makan makanan
cepat saji (fast food). Hal ini telah menjadi fenomena Global, dimana
banyak orang lebih mengutamakan kecepatan dan kenyamanan daripada
nilai gizi. Observasi awal yang telah dilakukan oleh peneliti dengan tujuan
untuk mengetahui gambaran awal pola konsumsi makanan cepat saji
pada mahasiswa FKM UMI kepada 15 orang mahasiswa dengan metode
wawancara sebagai gambaran awal pola konsumsi fast food. Hasil yang
didapatkan adalah 12 dari 15 responden mengaku sering mengonsumsi
fast food dalam seminggu terakhir yang berkisar sekitar 3-7 kali. Selain itu,
responden juga mengaku bahwa mereka mengalami masalah pencernaan
dan masalah pada kulit wajah akibat sering mengonsumsi makanan fast
food tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai
faktor yang memiliki hubungan dengan pola konsumsi fast food pada
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim
Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan
cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 253 responden dari
total 692 mahasiswa. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu
accidental sampling.
Hasil uji chi-square didapatkan bahwa terdapat hubungan yang
signifikan antara pengetahuan dengan pola konsumsi fast food,
ditunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Serta, terdapat hubungan yang
signifikan antara antara pengaruh teman sebaya (p = 0,001< 0,05),
pengaruh media sosial (p = 0,002 < 0,05), kemudahan akses (p = 0,001<
0,05) dengan pola konsumsi fast food pada mahasiswa Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia. Selain itu,
didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara
pendapatan orang tua dengan dengan pola konsumsi fast food pada
vii
mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia
(p = 0,396< 0,05).
Kesimpulan yang diperoleh adalah terdapat hubungan antara
pengetahuan, pengaruh teman sebaya, pengaruh media sosial, serta
kemudahan akses terhadap pola konsumsi fast food pada mahasiswa
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia. Tidak
terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan orang tua terhadap
pola konsumsi fast food pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Muslim Indonesia.
Disarankan untuk pihak fakultas untuk memberikan edukasi dan
kampanye secara berkala yang berfokus pada pentingnya pola makan
sehat, terutama melalui media yang dekat dengan mahasiswa seperti
Instagram ataupun Tiktok.