Abstract :
Pelecehan seksual merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak asasi
manusia yang berdampak serius terhadap kesehatan fisik, mental, dan sosial.
Terutama pada kelompok usia remaja.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis
faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pelecehan seksual pada remaja
penyandang disabilitas di SLBN 1 Makassar, serta memanfaatkan hasil tersebut
dalam merancang aplikasi edukasi yang sesuai dengan kebutuhan remaja
disabilitas.
Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain studi
analitik cross sectional. Populasi yang diteliti berjumlah 152 orang. Dengan jumlah
sampel sebanyak 110 responden yang dipilih berdasarkan rumus Slovin. Teknik
pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data
dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur lima variabel
pengetahuan, sikap, tindakan, dukungan edukatif keluarga, dan akses konten
pornografi. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square menggunakan tingkat
signifikansi 0,005.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa variabel pengetahuan tidak
memiliki hubungan signifikan dengan pelecehan seksual (p=0,429), tidak ada
hubungan signifikan sikap dengan pelecehan seksual (p=0,361). Sebaliknya, ada
hubungan tindakan dengan pelecehan seksual (p=0,004), ada hubungan
signifikan dukungan edukatif keluarga dengan pelecehan seksual (p=0,036).
Sementara itu, variabel akses terhadap konten pornografi menunjukkan hasil statis
atau konstan, yang mengindikasikan tidak adanya variasi signifikan dalam data.
Dapat disimpulkan bahwa tindakan perlindungan diri dan dukungan
edukatif dari keluarga merupakan faktor penting dalam mencegah kejadian
pelecehan seksual pada remaja penyandang disabilitas. Oleh karena itu, aplikasi
Disability Learn dirancang untuk menjadi media edukatif yang mampu
meningkatkan keterampilan perlindungan diri remaja disabilitas melalui
pendekatan visual dan interaktif. Disarankan agar pihak sekolah dan keluarga
lebih aktif dalam memberikan edukasi seksual yang sesuai bagi remaja
penyandang disabilitas, dengan pendekatan visual dan praktik langsung.