Abstract :
Setiap manusia pasti dapat mengalami stres dan kecemasan pada saat-saat
tertentu dalam hidupnya tanpa melihat waktu dan tempat. Masalah stres dan kecemasan
tidak bisa terlepas dari kehidupan manusia terutama bagi yang memiliki pekerjaan yang
langsung, sepertihalnya petugas kesehatan salah satu contohnya yaitu perawat jiwa
yang secara langsung menghadapi pasien yang memiliki tingkat stres dan kecemasan
yang berbeda-beda. Maka dari itu pentingnya starategi koping dalam kehidupan
seseorang untuk mengelolah stres dan cemas kita.
Peneltian ini bertujuan untuk menegtahui Hubungan Strategi Koping Dengan
Tingkat Stres dan Kecemasan Pada Perawat di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Kota
Makassar. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Teknik
pengumpulan data yaitu observasi, angket kuisioner dan dokumentasi dari Rumah Sakit
Khusus Dearah Dadi Kota Makassar responden dalam penelitian ini didapatkan 58
orang.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan tingkat stres didapatkan 21
orang mengalami stres ringan dan 37 orang mengalami tingkat stres sedang dan tingkat
kecemasan didapatkan 40 orang mengalami cemas ringan dan 18 orang mengalami
cemas sedang. Adapun staregi koping yang mereka lakukan yaitu menggunakan strategi
emosional fokus koping untuk mengelolah dan meredahkan emosi negatif sedangkan
problem fokus koping untuk mengatasi dan menghadapi sumber stres dan kecemasan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan strategi emosional fokus
coping dengan tingkat stres pada perawat (p = 0,003 < 0,005). Terdapat hubungan antara
strategi emosional fokus coping dengan tingkat stres pada perawat (p = 0,000<0,005).
Tidak ada hubungan strategi problem fokus koping terhadap tingkat stres pada perawat
(p = 0,009<0,005). Terdapa hubungan antara strategi problem fokus koping dengan
tingakat kecemasan pada perawat (p= 0,000<0,005).
Kesimpulan penelitian ini bahwa Sebagian besar perawat di Rumah Sakit Khusus
Daerah Dadi mengalami tingkat stres dan kecemasan yang bervariasi, mulai dari ringan
hingga sedang. Stres dapat disebabkan oleh beban kerja tinggi, kondisi pasien, tekanan
administratif, dan jam kerja yang panjang. Penggunaan strategi emosional fokus coping
(EFC) memiliki korelasi dengan tingkat kecemasan. Perawat yang lebih sering
menggunakan emosional fokus coping maladaptif (misalnya menghindari masalah)
cenderung mengalami kecemasan lebih tinggi. Strategi problem fokus coping (PFC)
berperan dalam menurunkan kecemasan perawat. Saran dari penelitian ini penjadwalan
kerja yang lebih fleksibel dan rotasi tugas dapat membantu mengurangi tekanan kerja
berlebih. Penting untuk melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi psikologis
perawat. Pelatihan teknik relaksasi seperti mindfulness atau pernapasan dalam dapat
membantu menurunkan kecemasan. Ciptakan suasana kerja yang suportif dan
komunikatif antar staf.