Abstract :
Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) merupakan pilihan konsumsi air
yang praktis dan banyak digunakan oleh masyarakat, termasuk di
lingkungan perguruan tinggi. Namun, AMDK berpotensi terkontaminasi
mikroplastik yang dapat membahayakan kesehatan. Di Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI), ditemukan berbagai
merek AMDK lokal yang rutin dikonsumsi mahasiswa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kelimpahan serta
karakteristik fisik mikroplastik yang meliputi bentuk dan warna pada AMDK
merek lokal yang beredar di FKM UMI Kota Makassar. Penelitian ini
menggunakan metode observasional dengan pendekatan deskriptif.
Sampel terdiri dari empat merek AMDK lokal yang diambil dari lokasi yang
sama, yaitu Kantin Sehat FKM UMI. Analisis mikroplastik dilakukan di
laboratorium melalui proses filtrasi dan observasi mikroskopis. Jumlah
responden mahasiswa yang terlibat sebanyak 93 orang, dipilih
menggunakan metode accidental sampling untuk mengetahui pola
konsumsi AMDK.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel AMDK yang diuji
mengandung partikel mikroplastik dengan kelimpahan rata-rata 0,028
partikel/mL. Kelimpahan tertinggi terdapat pada sampel AMDK 4 (0,038
partikel/mL), sedangkan yang terendah pada AMDK 2 (0,018 partikel/mL).
Seluruh partikel yang terdeteksi berbentuk line atau fiber dengan warna
dominan biru dan hitam, serta ukuran berkisar antara 0,087 mm hingga
1,212 mm. Oleh karena itu, disarankan adanya standar nasional
mikroplastik untuk air kemasan, peningkatan kesadaran masyarakat dalam
memilih sumber air minum yang lebih aman, serta penelitian lanjutan terkait
jenis mikroplastik dan dampaknya terhadap kesehatan.