DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN PERILAKU SEDENTARI DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS (DM) DI DUSUN SAMONU KELURAHAN BARAS KECAMATAN BARAS KABUPATEN PASANGKAYU SULAWESI BARAT
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
SARSADILA, NADIA
Subject
RA Public aspects of medicine 
Datestamp
2025-10-08 05:17:22 
Abstract :
Diabetes melitus merupakan suatu penyakit kronis yang terjadi akibat gangguan metabolisme tubuh, ditandai dengan peningkatan kadar gula darah sebagai akibat dari ketidakseimbangan produksi atau fungsi hormon insulin. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi serius seperti kerusakan pada ginjal, sistem saraf, jantung, dan mata. Sebagai bagian dari kelompok penyakit tidak menular (PTM), diabetes terus mengalami peningkatan kasus secara signifikan di berbagai daerah, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Baras I.Data yang dihimpun menunjukkan bahwa selama periode 2023 hingga 2025, jumlah kasus gula darah tinggi mengalami tren kenaikan yang konsisten. Pada tahun 2023 tercatat sebanyak 410 kasus, meningkat menjadi 480 kasus pada 2024, dan kembali melonjak menjadi 594 kasus pada tahun 2025. Peningkatan terbesar terjadi pada kelompok usia produktif (45-54 tahun), dengan jumlah kasus terbanyak dialami oleh perempuan, khususnya pada usia 30-45 tahun. Selain itu, terdapat kekurangan data pada kelompok usia tertentu, seperti laki-laki usia 55–64 tahun, yang mengindikasikan perlunya peningkatan sistem pencatatan dan pelaporan data kesehatan. Penelitian ini menggunakan jenis menggunakan jenis penelitian pendekatan kuantitatif serta desain cross-sectional (Rika Widianita, 2023). Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal di wilaya kerja puskesmas baras I. Sampel dalam penelitian ini adalah warga yang ada di dusun samonu sebanyak 96 orang. Metode analisis data menggunakan uji bivariat dengan uji kolerasi chi-square variabel dinyatakan berhubungan apabila nilai p-value yang diperoleh dari uji korelasi <0,05. Berdasarkan hasil uji univariat dan bivariat, menunjukkan bahwa terdapat 52 orang yang menderita Diabetes mellitus dan 44 yang menderita mellitus, sebagian besar individu tergolong memiliki tingkat aktivitas sedentari yang tinggi (48 orang), sedangkan pola makan responden relatif seimbang antara kategori baik (51 orang) dan tidak baik (45 orang). Temuan ini mengindikasikan bahwa perilaku kurang aktif masih mendominasi, meskipun terdapat kecenderungan perbaikan dalam pola makan. Namun demikian, proporsi pola makan yang tidak sehat masih cukup tinggi dan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya diabetes mellitus. Berdasarkan hasil uji cis-square terdapat dalam penelitian ini yaitu Perilaku sedentari (p=0,000), pola makan (p=0,000) dengan itu dapat di simpulkan bahwa terdapat Hubungan Perilaku Sedentari dan Pola Makan dengan Kejadian Diabetes Mellitus (DM) di Dusun Samonu Kelurahan Baras Kecamatan Baras Kabupaten Pasangkayu Sulawesi Barat. Di harapkan pada peneliti selanjutnya meneliti dapat mengembangkan penelitian ini dengan menambahkan variabel lain, seperti faktor psikologis, genetik, serta tingkat aktivitas fisik yang lebih spesifik, sehingga hasil penelitian dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh. 

Institution Info

Universitas Muslim Indonesia