Abstract :
Penyakit tidak menular (PTM) masih merupakan penyebab utama
kematian di seluruh dunia, dengan sekitar 41 juta jiwa meninggal setiap
tahunnya, yang mencakup hampir tujuh dari sepuluh kematian secara
global. Dalam upaya menangani masalah ini, pemerintah dan lembaga
kesehatan, melalui BPJS Kesehatan, telah menginisiasi program bernama
"PROLANIS. " Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan paradigma
penatalaksanaan bagi masyarakat pasien kronis.
Penelitian ini secara umum mengadopsi pendekatan kualitatif dan
bertujuan untuk mendalami Implementasi Program Pengelolaan Penyakit
Kronis (PROLANIS) pada Puskesmas Kassi-Kassi, Makassar, pada tahun
2025 dengan merujuk pada teori Edward III. Untuk mengumpulkan data,
digunakan dokumen-dokumen dari Puskesmas Kassi-Kassi, serta teknik
wawancara mendalam dan observasi. Sebanyak 18 partisipan terlibat
dalam penelitian ini sebagai informan, yang terdiri dari 2 informan
pendukung, 1 informan kunci, dan 15 informan biasa.
Hasil Penelitian ini menunjukkan Implementasi Kebijakan berbasis
komunikasi menggunakan kegiatan sosialisasi BPJS, kunjungan posyandu,
pengumuman masjid, dan kunjungan tatap muka ke seluruh wilayah kerja
di Puskesmas Kassi-Kassi untuk melakukan komunikasi. Kualitas sumber
daya manusianya baik karena sesuai dengan bidang kompetensi yang
diperlukan serta infrastruktur dan fasilitas yang tersedia memadai; Namun,
beberapa fasilitas masih dirasa memadai oleh peserta. Pelaksana telah
memberikan pelayanan yang terbaik dan kompeten kepada peserta
Prolanis berdasarkan sikap atau sikapnya. Kerangka birokrasinya sesuai
dengan pedoman teknis yang ditetapkan BPJS.
Sangat disarankan agar petugas kesehatan di Puskesmas Kassi-
Kassi memberikan informasi tambahan kepada peserta mengenai program
PROLANIS. Penting untuk ditekankan bahwa mereka yang telah mendaftar
vi
untuk PROLANIS diharapkan dapat mengikuti kegiatan ini secara rutin dan
sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Puskesmas