Abstract :
Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SKDI) tahun 2023
menemukan bahwa prevalensi anemia di Indonesia sebesar 16,3% pada
anak usia 5-14 tahun dan 15,5% pada usia 15-24 tahun. Perempuan lebih
berkemungkinan menderita anemia dibandingkan laki-laki (18% vs.
14,4%), terutama pada kelas menengah ke bawah (55% vs. 45%).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pendidikan
memengaruhi perilaku remaja putri terkait anemia.
Penelitian ini menggunakan rancangan two-group pre-post test
design yang bersifat quasi experimental. Pengambilan sampel secara
purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel keseluruhan
penelitian, yaitu seluruh siswa SMPN 1 Angkona dan SMPN 3 Angkona.
Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa media video dan poster memiliki pengaruh
terhadap perilaku remaja. Selain itu, media video memiliki pengaruh yang
lebih kuat terhadap perilaku remaja terkait anemia dibandingkan media
poster, menurut Uji Mann Whitney. Penelitian sikap dan pengetahuan
terkait anemia menggunakan media video dan poster menghasilkan nilai
median pengetahuan pada media video sebesar 13,19, sikap sebesar
19,72, dan tindakan sebesar 20,66. Sebaliknya, median pengetahuan
media poster sebesar 19,81, median sikap sebesar 13,28, dan median
tindakan sebesar 12,34.
Kesimpulan penelitian berdasarkan hasil uji Wilcoxon menunjukkan
bahwa presentasi edukasi berbasis video dan poster berdampak pada
perilaku remaja. Saran penelitian bagi tenaga kesehatan dan lembaga
pendidikan untuk meningkatkan pembelajaran berbasis media guna
mengubah persepsi dan pemahaman siswa tentang penyakit anemia..