Abstract :
Salah satu industri pertambangan nikel yang ada di Luwu Timur
didapatkan bahwa air limbah dari pond (penampungan sementara) sebelum
di alirkan ke sungai masih memiliki limbah yang melebihi baku mutu.
Banyak metode dalam melakukan pengolahan pada logam berat,
khususnya krom VI dan krom total, salah satu metode yang akan peneliti
gunakan yaitu adsorbsi, dimana menggunakan limbah serbuk gergaji
menjadi arang aktif untuk menurunkan kadar kandungan logam berat.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain
pre test dan post test yang hasilnya di uji secara deskriptif untuk mengetahui
efektivitas arang kayu kumea dalam menurunkan logam berat Cr6+ dan
CrT. Populasi penelitian yaitu air limbah yang ada di Pond sedangkan
sampelnya yaitu 200 ml air limbah yang diberi perlakuan pencampuran
arang kumea dengan konsentrasi 0.2M, 0.4M, 0.6M, 0.8M dan 1M pada
massa 4 gram dan waktu kontak selama 60 menit dan 120 menit.
Penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan dengan larutan HCl
mampu menurunkan nilai Cr6+ dan Cr Total, yang dimana pada beberapa
kondisi, HCl 0,8 M dengan nilai penurunan sebesar 0.278 mg/L pada
pengendapan 60 menit dan 0.35 mg/L pada pengendapan 120 menit justru
menunjukkan penurunan lebih besar dibandingkan konsentrasi HCl 1M
sebesar 0.064 mg/L pada pengendapan 60 menit dan 0.027 mg/L pada
pengendapan 120 menit.
Rekomendasi dari hasil penelitian ini disarankan untuk melakukan
penelitian lanjutan dengan variasi metode dan alat yang lebih akurat untuk
meningkatkan efektivitas dan ketepatan hasil.