Abstract :
Desa Lantebung, yang terletak di Kelurahan Bira, Kecamatan
Tamalanrea, merupakan salah satu daerah pesisir di bagian barat Kota
Makassar. Wilayah ini memiliki ekosistem hutan mangrove yang termasuk
dalam sumber daya laut tropis dengan produktivitas yang tinggi. Tingginya
produktivitas ini dipengaruhi oleh banyaknya bahan organik yang
terdekomposisi, sehingga menjadikan mangrove sebagai bagian penting
dalam mata rantai makanan yang mendukung kehidupan berbagai
organisme perairan. Keberadaan bahan organik yang melimpah juga
menjadikan area ini sebagai penyedia nutrisi dan tempat tinggal utama bagi
berbagai jenis fauna, seperti kerang, ikan, dan krustasea.
Penelitian ini menerapkan pendekatan observasional dengan
desain Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) untuk mengevaluasi
tingkat risiko kesehatan pada masyarakat nelayan akibat paparan logam
berat Tembaga (Cu) dan Zinc (Zn) yang terdapat dalam kerang bakalang
dari Perairan Lantebung Bira, Kota Makassar. Populasi penelitian
mencakup seluruh nelayan yang mengonsumsi kerang bakalang di
kawasan tersebut, dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang yang dipilih
melalui teknik quota sampling berdasarkan kriteria tertentu. Adapun
pengambilan sampel kerang bakalang dilakukan di enam titik lokasi
berbeda menggunakan metode selected sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden sebanyaak
30 orang memiliki nilai RQ < 1 untuk paparan tembaga (Cu), yang
mengindikasikan bahwa mereka tidak berisiko mangalami gangguan
kesehatan akibat paparan logam tersebut dalam kurun waktu 30 tahun ke
depan. Demikian pula untuk paparan zinc (Zn), hasil perhitungan
menunjukkan bahwa seluruh responden juga memiliki nilai RQ < 1,
sehingga tidak berisiko terhadap dampak kesehatan dari paparan logam
zinc dalam jangka waktu yang sama.