Abstract :
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan pintu utama
dalam penyelenggaraan upaya kesehatan dasar. Puskesmas menurut
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 adalah fasilitas
pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan
masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan
lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif.Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis hubungan budaya organisasi dengan kualitas
pelayanan kesehatan di Puskesmas Bajo Barat Kabupaten Luwu.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan
desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai
tenaga kesehatan di wilayah kerja puskesmas bajo barat sebanyak 75
orang.
Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa lima variabel—kesadaran
diri (p=0,01), keagresifan (p=0,01), kepribadian (p=0,02), performa
(p=0,02), dan orientasi tim (p=0,01)—memiliki hubungan yang signifikan
dengan kualitas pelayanan kesehatan, karena nilai p masing-masing lebih
kecil dari 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor tersebut
berpengaruh terhadap mutu layanan yang diberikan, sehingga penting
untuk diperhatikan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan
kesehatan.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan kesadaran diri,
keagresifan, Kepribadian, performa, dan orientasi tim dengan kualitas
pelayanan kesehatan di Puskesmas Bajo Barat Kabupaten Luwu.
Puskesmas itu perlu mengadakan pelatihan dan pembinaan buat semua
tenaga kesehatannya. Tujuannya agar mereka makin paham sama tugas
masing-masing, mengerti cara kerja yang benar sesuai aturan, paham etika
profesi, dan paham standar pelayanan yang diharapkan. Dengan adanya
pelatihan, semua anggota tim jadi punya pemahaman yang sama, jadi tidak
ada lagi yang bingung soal prosedur atau cara melayani pasien. semuanya
sudah paham dan kompak, pelayanan ke pasien jadi lebih profesional,
pasien pun makin puas, dan kerja tim di Puskesmas juga makin bagus.