Abstract :
Merkuri merupakan bahan yang kadang ditambahkan dalam kosmetik
pemutih kulit yang berfungsi untuk mempercepat menghasilkan kulit putih
dan bersih, Sejumlah kosmetik diduga mengandung merkuri yang
ditambahkan dengan tujuan untuk mengurangi noda hitam pada
permukaan kulit. Tujuan penelitian ini agar bisa menganalisis kandungan
merkuri (Hg) pada krim pemutih racikan yang tidak ber-BPOM di Desa Selli,
Kec. Bengo, Kab. Bone.
Penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan
menggunakan pedekatan deskriptif dan metode Spektrofotometri Serapan
Atom (SSA) untuk menganalisis dan menentukan kandungan merkuri (Hg).
Teknik pengambilan sampel yang diterapkan yatu purposive sampling.
Dalam penelitian ini, populasi yang dianalisis terdiri dari 50 responden dan
6 sampel krim pemutih racikan.
Hasilnya didapatkan sesuai dengan data yang diperoleh melalui
kuesioner lalu dianalisis secara deskriptif dan uji kadar pada merkuri (Hg)
yang diperoleh melalui uji laboratorium dengan metode Spektrofotometri
Serapan Atom (SSA). Dilihat dari hasil penelitian menunjukkan Keenam
sampel yang diuji secara kuantitatif dengan metode Spektrofotometri
Serapan Atom (SSA) mengandung merkuri adalah, sampel kode A
sebanyak 539,7987 μg/g, sampel kode B sebanyak 179,4924 μg/g, sampel
C sebanyak 877,2515 μg/g, sampel D sebanyak 641,8129 μg/g, sampel
kode E sebanyak 48,3305 μg/g, dan untuk sampel kode F sebanyak 4,5898
μg/g. Hasil penelitian mengenai pengetahuan masyarakat terkait Merkuri
(Hg) diperoleh hasil dari 50 responden dengan kategori pengetahuan yang
cukup sebanyak 14 responden (28,0%) dan responden dengan kategori
pengetahuan yang kurang sebanyak 36 responden (72,0%).
Saran diharapkan melalui pemerintah daerah agar waspada dan
berhati-hati menggunakan kosmetik krim pemutih yang beredar, dengan
memperhatikan nomor notifikasi (nomor registrasi/terdaftar legal) dan juga
memilih krim yang aman dan bermutu.