Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
SYARIATUNNISA, SYARIATUNNISA
Subject
RA Public aspects of medicine
Datestamp
2025-11-28 02:00:03
Abstract :
Di wilayah perkotaan seperti Kota Makassar, terutama di daerah
padat penduduk seperti Banta-Bantaeng, masyarakat banyak
mengandalkan air sumur bor sebagai sumber utama kebutuhan air harian.
Kondisi geologi serta aktivitas manusia di sekitar permukiman sering kali
menyebabkan air sumur bor terkontaminasi logam berat seperti besi (Fe)
dalam konsentrasi yang melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh
Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 Tahun 2023. Kandungan besi yang
tinggi pada air dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti perubahan
warna, bau, serta potensi gangguan kesehatan jika dikonsumsi dalam
jangka panjang. Untuk itu, dibutuhkan metode yang efektif dalam
mengurangi kandungan Fe dalam air. Berdasarkan observasi awal yang
telah di lakukan di Banta-bantaeng Kota Makassar ditemukan air yang di
duga mengandung Fe dengan ciri-ciri warna air yang cenderung
kekuningan, kemerahan, hingga kecoklatan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui Evektifitas media saring zeolite dan arang kayu dalam
menurunkan kadar besi (Fe) pada air sumur bor di Banta-bantaeng Kota
Makassar.
Penelitian ini menggunakan metode Quasy Eksperimen
(Eksperimen Semu) melalui pendekatan secara kuantitatif. Dengan jumlah
sampel 12 sampel dengan 1 kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah
air sumur Bor yang berada di wilayah Banta-bantaeng, yang mempunyai
kadar Fe yang melebihi baku mutu berdasarkan Permenkes RI No 2 Tahun
2023. pengambilan sampel ditentukan secara purposive sampling.
Hasil uji One Way Anova di temukan bahwa terdapat hubungan
yang signifikan antara zeolit ketebalan 60 cm dan arang kayu 30 cm (p-
value 0,020 < 0,05), terdapat hubungan yang signifikan antara zeolite
dengan ketebalan 60 cm dan arang kayu 60 cm (p-value 0,045 < 0,05),
terdapat hubungan yang signifikan antara zeolite dengan ketebalan 30 cm
dan arang kayu 30 cm (p-value 0,008 < 0,05), terdapat hubungan yang
signifikan antara zeolite dengan ketebalan 30 cm dan arang kayu dengan
ketebalan 60 cm (p-value 0,004 < 0,05).
Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan
antara Media saring zeolit dengan ketebalan 60 cm dan arang kayu dengan
ketebalan 30 cm, Media saring zeolit dengan ketebalan 60 cm dan arang
xxiii
kayu dengan ketebalan 60 cm, Media saring zeolit dengan ketebalan 30 cm
dan arang kayu dengan ketebalan 30 cm, Media saring zeolit dengan
ketebalan 30 cm dan arang kayu dengan ketebalan 60 cm dalam
menurunkan kadar Fe pada air sumur bor di Banta-bantaeng Kota
Makassar. Disarankan kepada Institusi (Pemerintah Daerah dan Dinas
Terkait) untuk mendukung pengembangan dan penerapan teknologi
penyaringan air berbasis bahan lokal seperti zeolit dan arang kayu. Hal ini
dapat diwujudkan melalui program pelatihan masyarakat, penyediaan unit
filtrasi rumah tangga, serta integrasi media saring ini ke dalam upaya
peningkatan kualitas air bersih di daerah yang memiliki kandungan Fe
tinggi.