Abstract :
Produktivitas kerja perawat merupakan faktor penting dalam
menjamin mutu pelayanan kesehatan. Berdasarkan observasi awal di
RSUD Latemmamala Kabupaten Soppeng, ditemukan kendala pada aspek
keselamatan kerja dan pengembangan karir, seperti keterbatasan APD dan
minimnya pelatihan. Hal ini diduga berdampak pada menurunnya motivasi
dan produktivitas kerja perawat dalam memberikan layanan keperawatan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas
kehidupan kerja dengan produktivitas kerja perawat di RSUD
Latemmamala Kabupaten Soppeng.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain
cross sectional. Sampel terdiri dari 152 perawat non -ASN yang dipilih
melalui metode stratified random sampling berdasarkan unit kerja. Data
dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-
square.
Hasil uji menunjukkan bahwa variabel keselamatan lingkungan kerja
(p=0,015) dan pengembangan karir (p=0,000) memiliki hubungan signifikan
dengan produktivitas kerja perawat. Sementara itu, kompensasi (p=0,0,86),
kesejahteraan (p=0,219), dan komunikasi (p=0,115) tidak menunjukkan
hubungan yang signifikan.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kualitas kehidupan kerja
memiliki hubungan yang signifikan dengan produktivitas kerja perawat.
Aspek keselamatan lingkungan kerja dan pengembangan karir terbukti
menjadi faktor yang paling berpengaruh. Oleh karena itu, manajemen
RSUD Latemmamala disarankan untuk meningkatkan fasilitas keselamatan
kerja serta menyusun sistem pengembangan karir yang terarah. Meskipun
kompensasi, kesejahteraan, dan komunikasi tidak berhubungan signifikan
secara statistik, ketiganya tetap perlu diperhatikan untuk menciptakan
lingkungan kerja yang kondusif dan mendukung produktivitas optimal.