Abstract :
Tuberculosis paru adalah penyakit yang disebabkan oleh mycobakterium
tuberculosis yang dapat menyerang berbagai jenis organ dan paling banyak
menyerang paru-paru, Tujuan: Penelitian ini untuk menentukan perubahan pola
nafas setelah dilakukan tindakan pemberian posisi orthopnea. Metode: Jenis
penelitian ini adalah deskriptif dengan cara menetapkan metode studi kasus yang
dapat mengeksplorasi masalah Asuhan Keperawatan pada pasien yang mengalami
TB Paru. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa adanya perubahan pola napas
tidak efektif setelah di berikan tindakan posisi orthopnea yang ditandai dengan
status respirasi awal 35 x/menit menurun menjadi 28 x/menit Spo2: 89% menjadi
98%. Kesimpulan: berdasarkan hasil pembahasan terhadap hasil implementasi yang
dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa posisi orthopnea efektif terhadap
penurunan sesak nafas pada Tn. J dengan keluhan sesak dan batuk serta dapat
dijadikan intervensi keperawatan dalam menurunkan. Tindakan tersebut dapat
memperbaiki bersihan jalan napas dan intoleransi aktivitas dengan cara melakukan
posisi orthopnea sehingga dapat menurunkan sesak pada pasien yang diakibatkan
oleh penyakit TB Paru. Saran: diharapkan keluarga dan pasien dapat menangani
masalah yang dialami oleh pasien dengan memberikan posisi orthopnea secara
mandiri dirumah ketika mengalami kekambuhan untuk menurunkan sesak napas.