Abstract :
Latar belakang: Kejang demam merupakan kejang yang terjadi pada anak
usia 6 bulan - 5 tahun akibat peningkatan suhu tubuh diatas 38°C selama lebih
dari 15 menit. Di seluruh dunia, lebih dari 21,65 juta anak menderita kejang
demam dan 216 ribu anak meninggal akibat kejang demam. Pada tahun 2018,
angka kejadian kejang demam di indonesia mencapai 22,2% kasus. Kejang
demam yang terjadi lebih dari 15 menit tanpa pengobatan awal yang cepat dan
tepat dapat terjadi apnea (henti napas) yang menyebabkan hipoksia
(penurunan jumlah oksigen dalam jaringan) dan peningkatan kapiler. Anak
yang sering mengalami kejang akan meningkatkan kerusakan pada sel-sel
otak sehingga berisiko mengalami keterlambatan tumbuh kembang,
keterbelakangan mental dan kelumpuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk memberikan gambaran penerapan kompres aloevera terhadap
penurunan suhu tubuh pada pasien kejang demam diruang IGD RS TK II
Pelamonia dengan metode studi kasus. Hasil: pada kasus kejang demam pada
An.F diagnosa yang muncul adalah hipertermia berhubungan dengan proses
penyakit, defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi
dan risiko aspirasi ditandai dengan peningkatan tekana intragastrik. Setelah
dilakukan asuhan keperawatan selama 1x30 menit didapatkan termoregulasi
membaik, tingkat pengetahuan meningkat dan tingkat aspirasi menurun.
Kesimpulan: setelah diberikan kompres aloevera sesuai dengan asuhan
keperawatan mulai dari pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan
evaluasi, kondisi pasien membaik.
Background:Febrile seizures are convulsions that occur in children aged 6
months to 5 years due to a rise in body temperature above 38°C lasting more
than 15 minutes. Globally, more than 21.65 million children experience
febrile seizures, and approximately 216,000 deaths are attributed to this
condition. In Indonesia, the incidence of febrile seizures reached 22.2% of
pediatric cases in 2018. Febrile seizures lasting more than 15 minutes without
prompt and appropriate initial treatment may lead to apnea (cessation of
breathing), causing hypoxia (decreased oxygen supply to tissues) and
increased capillary permeability. Frequent seizures in children can result in
brain cell damage, increasing the risk of developmental delays, mental
retardation, and paralysis.This study aims to describe the application of aloe
vera compresses in reducing body temperature in febrile seizure patients at the
Emergency Department of RS TK II Pelamonia using a case study method.
Results: In the case of febrile seizures in patient An.F, the nursing diagnoses
identified included hyperthermia related to the disease process, knowledge
deficit related to lack of information exposure, and risk of aspiration indicated
by increased intragastric pressure. After 30 minutes of nursing care,
improvements were observed in thermoregulation, knowledge levels, and
reduced risk of aspirationConclusion: The administration of aloe vera
compresses, integrated into the nursing care process—including assessment,
diagnosis, intervention, implementation, and evaluation—resulted in an
overall improvement in the patient's condition.