Abstract :
Latar belakang : Tuberkulosis paru adalah infeksi menular yang mempengaruhi
sistem pernapasan dan dapat menyebabkan gangguan dalam pola pernapasan akibat
terbatasnya kemampuan paru untuk mengembang. Penelitian ini bertujuan untuk
menilai efektivitas intervensi ventilasi, khususnya melalui teknik pernapasan
mengerucut bibir (pursed lip breath) dan posisi semi fowler, dalam meningkatkan pola
pernapasan pasien tuberkulosis paru yang dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD)
RS TK.II Pelamonia Makassar.
Metode : Penelitian ini disusun sebagai laporan studi kasus dengan pendekatan proses
keperawatan, yang meliputi tahap pengkajian, penentuan diagnosis, perencanaan
intervensi, pelaksanaan tindakan, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah seorang
pasien laki-laki berusia 69 tahun, Tn. M, yang memiliki riwayat tuberkulosis paru aktif
dan mengeluhkan sesak napas sebagai keluhan utama.
Hasil Asuhan keperawatan : Setelah dilakukan intervensi dengan teknik pernapasan
bibir mengerucut dan posisi semi fowler, kondisi klinis pasien menunjukkan perbaikan
yang signifikan. Frekuensi napas pasien menurun dari 29 kali per menit menjadi 22
kali per menit, saturasi oksigen meningkat hingga mencapai 100%, dan tingkat sesak
napas berkurang. Selain itu, terdapat peningkatan pada status nutrisi dan kemampuan
pasien dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Kesimpulan : Penerapan terapi dukungan pengukuran terbukti memberikan efek
positif dalam memperbaiki pola pernapasan pasien tuberkulosis paru. Oleh karena itu,
disarankan agar perawat di instalasi gawat darurat mengintegrasikan teknik
pernapasan bibir mengerucut sebagai bagian dari strategi penanganan pasien yang
mengalami gangguan pernapasan akibat tuberkulosis paru.
Background: Pulmonary tuberculosis is a contagious infection that affects the
respiratory system and can lead to impaired breathing patterns due to limited lung
expansion. This study aims to evaluate the effectiveness of ventilation support
interventions, specifically through pursed-lip breathing techniques and the semi-
Fowler position, in improving the breathing patterns of tuberculosis patients treated
in the Emergency Unit of TK.II Pelamonia Hospital, Makassar.
Method: This study is presented as a case study report using a nursing care process
approach, including assessment, nursing diagnosis, planning, intervention
implementation, and evaluation. The subject of this study was a 69-year-old male
patient, Mr. M, with a history of active pulmonary tuberculosis who presented with
the chief complaint of shortness of breath.
Nursing Care Results: After the implementation of pursed-lip breathing techniques
and positioning in the semi-Fowler position, the patient's clinical condition showed
significant improvement. The respiratory rate decreased from 29 to 22 breaths per
minute, oxygen saturation increased to 100%, and the level of dyspnea was reduced.
Additionally, there were improvements in nutritional status and the patient’s ability
to perform daily activities.
Conclusion: The application of ventilation support therapy has proven effective in
improving the respiratory pattern of patients with pulmonary tuberculosis. Therefore,
it is recommended that nurses in emergency units incorporate pursed-lip breathing
techniques as part of the management strategy for patients experiencing respiratory
distress due to tuberculosis.