Abstract :
Gagal jantung atau congestive heart merupakan sindrom klinis yang terjadi
akibat kelainan struktural atau fungsional pada jantung sehingga dapat
menyebabkan gangguan oksigenisasi. Penanganan non farmakologi yang
dapat dilakukan pada pasien CHF yaitu alternate nostril breathing exercise.
Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan membuat kesimpulan
berdasarkan teknik alternate nostril breathing exercise terhadap
peningkatan saturasi oksigen pada pasien congestive heart failure. Adapun
tujuannya yaitu untuk mengetahui penerapan teknik alternate nostril
breathing exercise dalam meningkatkan saturasi oksigen pada pasien
dengan congestive heart failure di IGD RSUD Kota Makassar. Ditemukan
keluhan utama sesak napas disertai batuk dan yeri dada yang menjalar ke
punggung, TD 174/103 mmHg, frekuensi napas 32x/menit dan saturasi
oksigen 91%, dan kesan thorax cardiomegalipulmo didapatkan masalah
keperawatan utama yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, penurunan
curah jantung dan nyeri akut, Intervensi keperawatan utama adalah
Manajemen jalan napas, perawatan jantung, dan manajemen nyeri.
Implementasi dilakukan selama kurang lebih 15 menit. Evaluasi didapatkan
keluhan sesak berkurang setelah dilakukan ANBE dengan RR : 25x/menit
dan Spo2 : 98%. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan
teknik alternate nostril breathing exercise pada pasien CHF dapat
meningkatkan saturasi oksigen, akan tetapi penerapan ini diikuti oleh
pemberian terapi oksigen untuk lebih memaksimalkan saturasi oksigen.
Diharapkan ANBE dapat dijadikan sebagai intervensi mandiri pada pasien
congestive heart failure yang mengalami dispnea.
Heart failure or congestive heart failure is a clinical syndrome that occurs
due to structural or functional abnormalities in the heart that can cause
impaired oxygenation. Non-pharmacological treatment that can be done in
CHF patients is alternate nostril breathing exercise. This study uses a case
study by making conclusions based on the alternate nostril breathing
exercise technique to increase oxygen saturation in patients with congestive
heart failure. The aim is to determine the application of the alternate nostril
breathing exercise technique in increasing oxygen saturation in patients
with congestive heart failure in the Emergency Room of Makassar City
Hospital. The main complaint was shortness of breath accompanied by
coughing and chest pain radiating to the back, BP 174/103 mmHg,
respiratory rate 32x/minute and oxygen saturation 91%, and the impression
of thorax cardiomegalypulmo obtained the main nursing problems were
ineffective airway clearance, decreased cardiac output and acute pain, The
main nursing interventions are Airway management, heart care, and pain
management. Implementation was carried out for approximately 15
minutes. Evaluation obtained complaints of shortness of breath decreased
after ANBE with RR: 25x / minute and Spo2: 98%. So it can be concluded
that the application of the alternate nostril breathing exercise technique in
CHF patients can increase oxygen saturation, but this application is followed
by oxygen therapy to maximize oxygen saturation. It is expected that ANBE
can be used as an independent intervention in congestive heart failure
patients who experience dyspnea.