Abstract :
Hipertensi merupakan tekanan di dalam pembuluh darah melebihi 140 mmHg
(sisitolik) dan 90 mmHg (diastolik) pada dua kali pengukuran atau lebih. Hipertensi
menimbulkan risiko morbiditas atau mortalitas dini, yang meningkat saat tekanan darah
sistolik dan diastolik meningkat. Penatalaksanaan non-farmakologis dapat dilakukan
dengan mempertahankan berat badan ideal, mengurangi asupan natrium (sodium), batasi
konsumsi alkohol, menghindari merokok, penurunan stres, dan terapi. Terapi
nonfarmakologi juga dapat dilakukan dengan menggunakan teknik relaksasi napas dalam.
Relaksasi napas dalam dapat menurunkan intensitas nyeri, meningkatkan ventilasi paru
dan meningkatkan oksigenasi darah. Tujuan: menggambarkan penerapan teknik relaksasi
napas dalam untuk penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di puskesmas
karuwisi Metode: menggunakan desain studi kasus. Subyek penerapan adalah 1 orang
pasien yang menderita hipertensi. Hasil: Hasil pengukuran tekanan darah sebelum
dilakukan penerapan relaksasi napas dalam, subyek menderita hipertensi derajat I dengan
tekanan darah 170/95 mmHg. Hasil pengukuran setelah dilakukan penerapan relaksasi
napas dalam terjadi penurunan tekanan darah pada Tn. Z. Rata-rata tekanan darah sistolik
berada pada 148 mm Hg dan rata-rata tekanan darah diastolik 83 mmHg (Hipertensi
derajat I). Kesimpulan: Penerapan teknik relaksasi napas dalam mampu menurunkan
tekanan darah pasien hipertensi. Keluarga klien agar menggunakan penanganan non
farmakologi sehingga tidak bergantung pada pemberian diuretik sebagai penyerta
pengobatan hipertensi.
Hypertension is the pressure in the blood vessels exceeding 140 mmHg
(systolic) and 90 mmHg (diastolic) on two or more measurements. Hypertension
poses a risk of premature morbidity or mortality, which increases as systolic and
diastolic blood pressure increases. Non-pharmacological management can be
done by maintaining ideal body weight, reducing sodium intake, limiting alcohol
consumption, avoiding smoking, reducing stress, and therapy. Non-
pharmacological therapy can also be done using deep breathing relaxation
techniques. Deep breathing relaxation can reduce pain intensity, increase lung
ventilation and increase blood oxygenation. Objective: to describe the application
of deep breathing relaxation techniques to reduce blood pressure in hypertensive
patients at the Karuwisi Health Center Method: using a case study design. The
subject of the application was 1 patient suffering from hypertension. Results: The
results of blood pressure measurements before the application of deep breathing
relaxation, the subject suffered from grade I hypertension with a blood pressure
of 170/95 mmHg. The results of measurements after the application of deep
breathing relaxation showed a decrease in blood pressure in Mr. Z. The average
systolic blood pressure was 148 mm Hg and the average diastolic blood pressure
was 83 mmHg (Grade I hypertension). Conclusion: The application of deep
breathing relaxation techniques can lower blood pressure in hypertensive
patients. The client's family should use non-pharmacological treatment so as not
to rely on diuretics as an accompaniment to hypertension treatment.