Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Putri Camaru, Nurillah Avelia
Subject
RT Nursing
Datestamp
2025-11-28 02:05:38
Abstract :
Latar Belakang
Fraktur proksimal humerus merupakan cedera ortopedi yang sering terjadi, terutama pada
populasi usia lanjut. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan gangguan fisik seperti nyeri dan
keterbatasan gerak, tetapi juga menimbulkan kecemasan yang signifikan menjelang
prosedur operatif. Kecemasan preoperatif dapat memengaruhi persepsi pasien terhadap rasa
sakit, meningkatkan risiko komplikasi pascaoperasi, serta menghambat proses pemulihan
secara keseluruhan.
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teknik mindfulness dalam
pengelolaan kecemasan pada pasien preoperatif fraktur proksimal humerus di RSUP Dr.
Tadjuddin Chalid Makassar.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan tahapan asuhan
keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi,
dan evaluasi. Subjek penelitian adalah seorang laki-laki berusia 58 tahun dengan diagnosis
fraktur inkomplit os humerus dextra yang akan menjalani tindakan operatif. Intervensi
utama yang diberikan adalah latihan relaksasi dengan teknik MBSR (Mindfulness Based
Stress Reduction) selama 15–20 menit. Proses tersebut mencakup orientasi, kerja, dan
terminasi, dengan fokus pada napas dan sugesti verbal untuk menenangkan pikiran pasien.
Hasil Penelitian
Setelah dilakukan intervensi MBSR, pasien menunjukkan penurunan tingkat kecemasan
yang signifikan. Pasien tampak lebih tenang, dan memiliki persepsi positif menjelang
operasi. Selain itu, intensitas nyeri akut yang dirasakan oleh pasien juga berkurang setelah
diterapkan manajemen nyeri holistik bersamaan dengan teknik mindfulness. Evaluasi
subjektif dan objektif menunjukkan bahwa pasien lebih siap secara mental dan fisik untuk
menjalani prosedur bedah.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik mindfulness
efektif dalam mengelola kecemasan pada pasien preoperatif fraktur proksimal humerus.
Teknik MBSR membantu pasien untuk fokus pada napas, serta meningkatkan ketenangan
mental menjelang operasi.
Background
Proximal humerus fracture is a common orthopedic injury, particularly among the elderly. This
condition not only causes physical impairments such as pain and limited mobility but also induces
significant preoperative anxiety. Preoperative anxiety can negatively affect patients’ pain perception,
increase the risk of postoperative complications, and hinder overall recovery.
Objective
This study aimed to explore the application of mindfulness techniques in managing anxiety among
preoperative patients with proximal humerus fracture at Dr. Tadjuddin Chalid General Hospital,
Makassar.
Methods
This research employed a case study design using the nursing care process framework, including
assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. The subject was a 58-year-
old male diagnosed with incomplete fracture of the right humerus scheduled for surgical intervention.
The primary intervention consisted of a 15–20 minute Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR)
relaxation exercise, structured into orientation, working, and termination phases, with emphasis on
breath awareness and calming verbal suggestions.
Results
Following the MBSR intervention, the patient demonstrated a significant reduction in anxiety levels.
He appeared calmer and developed a more positive perception toward the upcoming surgery.
Additionally, the intensity of acute pain decreased after implementing holistic pain management
alongside mindfulness techniques. Both subjective and objective evaluations indicated improved
mental and physical readiness for surgery.
Conclusion
The findings suggest that mindfulness techniques are effective in managing preoperative anxiety in
patients with proximal humerus fractu