Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Afifah Azzahhra, Afifah Azzahhra
Subject
S Agriculture (General)
Datestamp
2025-12-12 03:18:21
Abstract :
Usaha keripik emping melinjo merupakan salah satu usaha rumah tangga yang berkembang di Kabupaten Kepulauan Selayar. Produk ini memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat karena permintaannya stabil dan proses produksinya dapat dilakukan dengan peralatan sederhana. Meskipun demikian, pelaku usaha menghadapi tantangan berupa variasi hasil produksi, fluktuasi harga jual, serta tingkat efisiensi usaha yang belum optimal. Kondisi ini menuntut adanya analisis mendalam mengenai proses produksi, kelayakan usaha, serta risiko produksi dan risiko harga untuk mengetahui tingkat stabilitas usaha emping melinjo di Kelurahan Benteng.
Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan proses produksi keripik emping melinjo di Kelurahan Benteng, Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar. (2) Menganalisis kelayakan usaha keripik emping melinjo di Kelurahan Benteng. (3) Menganalisis risiko produksi keripik emping melinjo di Kelurahan Benteng. (4) Menganalisis risiko harga keripik emping melinjo di Kelurahan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 50 pelaku usaha yang masih aktif berproduksi. Data dianalisis menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, R/C Ratio, BEP, serta analisis koefisien variasi (CV) untuk risiko produksi dan harga.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi keripik emping melinjo masih dilakukan secara tradisional melalui tahapan penyangraian, pemipihan, penjemuran, penggorengan, dan pengemasan. Produksi rata-rata responden berada pada kisaran 82,2 kg per bulan dengan harga jual rata-rata Rp160.000 per kilogram. Penerimaan rata-rata pelaku usaha mencapai Rp13.152.000 per bulan, sedangkan total biaya produksi terdiri dari biaya tetap sebesar Rp1.298.718 dan biaya variabel sebesar Rp4.721.600, sehingga total biaya rata-rata adalah Rp6.020.318 per bulan. Dengan demikian, pendapatan bersih pelaku usaha sebesar Rp7.131.682 per bulan, menunjukkan bahwa usaha emping melinjo memberikan keuntungan yang baik. Nilai R/C Ratio sebesar 2,18 mengindikasikan bahwa usaha dinyatakan layak untuk dijalankan. Nilai BEP unit sebesar 12,663 kg dan BEP rupiah sebesar Rp2.026.080 menunjukkan bahwa titik impas produksi dan penjualan relatif mudah dicapai.
Risiko produksi termasuk kategori rendah dengan nilai koefisien variasi (CV) sebesar 0,173. Hal ini menggambarkan bahwa variasi jumlah produksi antar pelaku usaha tidak terlalu besar dan cenderung stabil. Risiko harga juga tergolong rendah dengan CV sebesar 0,14, menunjukkan bahwa perubahan harga emping melinjo tidak memberikan pengaruh besar terhadap pendapatan pelaku usaha. Stabilitas harga didukung oleh permintaan pasar yang konsisten serta pola pemasaran yang sederhana namun terjaga.
Secara keseluruhan, usaha keripik emping melinjo di Kelurahan Benteng layak untuk dikembangkan. Risiko usaha yang rendah dan keuntungan yang cukup tinggi memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi serta memperluas pemasaran pada masa mendatang