Abstract :
Efusi pleura merupakan akumulasi cairan di rongga pleura yang dapat
menimbulkan gejala sesak napas akibat penekanan terhadap paru-paru. Penanganan
non farmakologi yang dapat dilakukan pada pasien efusi pleura adalah penggunaan
kipas genggam (hand held fan) dan latihan napas dalam (deep breathing exercise)
telah terbukti mampu meredakan gejala dispnea secara efektif melalui mekanisme
stimulasi saraf kranial dan peningkatan ekspansi paru. Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi manajemen airway yang dikombinasi dengan terapi kipas
genggam dan latihan napas dalam terhadap penurunan tingkat sesak napas pada
pasien efusi pleura. Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan kombinasi
terapi kipas genggam dan latihan napas dalam terhadap penurunan tingkat sesak
napas pada pasien efusi pleura. Dari hasil pengkajian yang didapatkan, pasien
mengalami sesak nafas semakin berat, nyeri dada, batuk berdahak, frekuensi nafas
28x/menit, saturasi oksigen 91%, dan didapatkan kesan pneumonia dan efusi
bilateral. Didapatkan masalah keperawatan bersihan jalan nafas tidak efektif, nyeri
akut,intoleransi aktivitas. Intervensi keperawatan utama yang dilakukan adalah
manajemen jalan nafas, manajemen nyeri, dan manajemen energi. Implementasi
dilakukan selama kurang lebih 5 menit. Evaluasi didapatkan setelah dilakukan
terapi kombinasi keluhan sesak berkurang, saturasi oksigen meningkat, dan
frekuensi nafas membaik. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen
airway dengan terapi hand held fan dan deep breathing exercise mampu
menurunkan sesak nafas pada pasien efusi pleura
Pleural effusion is the accumulation of fluid in the pleural cavity that can
cause shortness of breath due to compression of the lungs. Non-
pharmacological management that can be applied to patients with pleural
effusion includes the use of a hand-held fan and deep breathing exercises,
both of which have been proven effective in relieving dyspnea symptoms
through cranial nerve stimulation and enhanced lung expansion. This study
aims to evaluate airway management combined with hand-held fan therapy and
deep breathing exercises in reducing the level of shortness of breath in patients
with pleural effusion. This research uses a case study design focusing on the
combination of hand-held fan therapy and deep breathing exercises to reduce
dyspnea in patients with pleural effusion. Based on the assessment results, the
patient experienced worsening shortness of breath, chest pain, productive cough, a
respiratory rate of 28 breaths per minute, oxygen saturation of 91%, and
indications of pneumonia with bilateral pleural effusion. The identified nursing
problems were ineffective airway clearance, acute pain, and activity intolerance.
The main nursing interventions carried out included airway management, pain
management, and energy management. The implementation was conducted for
approximately 5 minutes. Evaluation showed that after the combination therapy,
the patient's shortness of breath decreased, oxygen saturation increased, and
respiratory rate improved. Therefore, it can be concluded that airway management
combined with hand-held fan therapy and deep breathing exercises is effective in
reducing dyspnea in patients with pleural effusion.