Abstract :
Low Back Pain (LBP) is a common musculoskeletal disorder
that significantly affects quality of life and work productivity. Conventional
pharmacological treatments often have side effects, making non-
pharmacological approaches such as wet cupping therapy a promising
alternative.
Method: This study is a nursing case report involving a 57-year-old female
patient suffering from chronic lower back pain. The intervention consisted of
wet cupping therapy applied to the Al-Warik point. Nursing care included
assessment, diagnosis, intervention planning, implementation, and
evaluation using the SOAP method and a numerical pain scale.
Nursing Care Results: Before the intervention, the patient reported severe
pain with a score of 7/10. After a 5-minute wet cupping session, the pain
decreased to 5/10. The patient showed improved mobility, reduced muscle
tension, and reported increased comfort. The intervention was
accompanied by education and light mobilization exercises.
Recommendation: Wet cupping therapy can be incorporated as a
complementary nursing intervention for patients with low back pain. Further
studies with larger samples are recommended to strengthen evidence on its
effectiveness in clinical nursing practice.
Conclusion: Wet cupping therapy applied to the Al-Warik point effectively
reduces pain intensity and enhances patient comfort in LBP cases, making
it a valuable component of holistic, complementary nursing care.
Low Back Pain (LBP) merupakan gangguan
muskuloskeletal yang sering dijumpai dan berdampak besar pada kualitas
hidup serta produktivitas kerja. Penanganan farmakologis konvensional
sering menimbulkan efek samping, sehingga terapi non-farmakologis
seperti bekam basah menjadi alternatif yang menjanjikan.
Metode: Penelitian ini merupakan laporan kasus asuhan keperawatan
terhadap pasien perempuan berusia 57 tahun dengan keluhan nyeri
punggung bawah kronis. Intervensi dilakukan berupa terapi bekam basah
pada titik Al-Warik dengan pendekatan asuhan keperawatan mencakup
pengkajian, diagnosis, perencanaan intervensi, implementasi, serta
evaluasi menggunakan metode SOAP dan skala nyeri numerik.
Hasil Asuhan Keperawatan: Sebelum intervensi, pasien melaporkan nyeri
berat dengan skala 7/10. Setelah dilakukan terapi bekam basah selama 5
menit, skala nyeri menurun menjadi 5/10. Pasien menunjukkan peningkatan
mobilitas, penurunan ketegangan otot, serta merasa lebih nyaman. Terapi
disertai edukasi dan latihan mobilisasi ringan.
Rekomendasi: Terapi bekam basah dapat diterapkan sebagai bagian dari
intervensi keperawatan komplementer untuk pasien dengan nyeri
punggung bawah. Diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel
lebih besar untuk menguatkan bukti efektivitasnya dalam konteks praktik
keperawatan klinik.
Kesimpulan: Terapi bekam basah pada titik Al-Warik efektif menurunkan
intensitas nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien dengan Low Back
Pain, sehingga dapat diintegrasikan ke dalam praktik keperawatan holistik
berbasis terapi komplementer.