Abstract :
Penyakit kardiovaskular disebabkan oleh gangguan fungsi jantung dan
pembuluh darah, seperti jantung koroner, hipertensi, dan stroke. Kondisi ini dapat
memicu kecemasan sebagai respons psikologis terhadap pengalaman yang
dialami, sehingga diperlukan mekanisme koping sebagai cara individu untuk
mengatasi masalah, menyesuaikan diri dengan perubahan, serta merespons
situasi yang mengancam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
antara mekanisme koping dengan kecemasan pada pasien penyakit jantung di
RSUD Labuang Baji.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan
cross-sectional desain korelasi analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah
semua pasien penyakit jantung dari bulan Januari-April 2025 di RSUD Labuang
Baji sampel pada penelitian ini berjumlah 63 responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden
mengalami kecemasan (74,6%) dan menggunakan mekanisme koping maladaptif
(82,5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara mekanisme koping dengan
kecemasan pada pasien jantung (p-value = 0,004).
Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan mekanisme
koping dengan kecemasan pasien jantung di RSUD Labuang Baji. Adapun saran
dari peneliti, diharapkan menjadi acuan dalam memahami hubungan mekanisme
koping dan kecemasan pada pasien penyakit jantung, mendukung pemberian
layanan psikologis yang lebih terarah, serta mendorong eksplorasi variabel
tambahan guna memperkaya ilmu keperawatan secara aplikatif.