Institusion
Universitas Muslim Indonesia
Author
Sabina Meira, Sabina Meira
Subject
RA Public aspects of medicine
Datestamp
2026-02-13 01:34:46
Abstract :
Rumah sakit menjadi salah satu tempat kerja dengan risiko tinggi
terjadi kecelakaan dan penyakit akibat kerja khususnya pada tenaga
kesehatan seperti perawat. Meskipun telah terdapat peraturan yang
mengatur terkait penerapan K3 di rumah sakit, nyatanya penerapan
tersebut masih belum optimal. Angka kecelakaan kerja yang terus tinggi
setiap tahunnya menjadi bukti akan hal ini. RSUP Dr. Tadjuddin Chalid
Makassar yang menjadi salah satu rumah sakit pusat rujukan tidak lepas
dari risiko kecelakaan kerja. Hal ini terlihat dari beberapa kejadian
kecelakaan kerja yang terjadi dalam kurun waktu 3 tahun terakhir pada
tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut.
Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui adanya
hubungan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dengan
kecelakaan kerja perawat IGD dan unit perawatan intensif RSUP Dr.
Tadjuddin Chalid Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan desain
penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Besar sampel
pada penelitian ini ditentukan dengan metode total sampling, yaitu
mengambil seluruh populasi menjadi sampel penelitian. Jumlah sampel
sebanyak 56 orang yang merupakan perawat IGD dan perawatan intensif
(ICU, dan PICU/NICU).
Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa variabel keselamatan kerja
(p=0,000) dan kesehatan kerja (p=0,023) berhubungan dengan kecelakaan
kerja. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara penerapan
keselamatan dan kesehatan kerja dengan kecelakaan kerja perawat.
Semakin baik penerapan K3 yang dilakukan, maka dapat meminimalkan
terjadinya unsafe action dan unsafe condition oleh perawat. Keduanya
menjadi kunci dari pencegahan terjadinya kecelakaan kerja menurut teori
kecelakaan domino Heinrich.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan penerapan
keselamatan dan kesehatan kerja dengan kecelakaan kerja perawat IGD,
ICU, dan PICU/NICU di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Saran dari
penelitian ini adalah rumah sakit disarankan untuk rutin mengadakan
pelatihan K3, menerapkan sistem reward dan sanksi bagi perawat yang konsisten menerapkan K3, serta menyediakan layanan konseling untuk
mendukung kesehatan mental perawat. Selain itu, penyesuaian jam kerja
dan waktu istirahat perlu dilakukan guna mengurangi kelelahan dan
meminimalkan risiko human error.